Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Tiga Bulan, 57 Warga Terserang DBD

Tiga Bulan, 57 Warga Terserang DBD

Data Pasien DBD

BENTENG –  Dari Januari hingga Maret ini, tercatat sudah ada 57 warga Benteng yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD). Jumlah itu berdasarkan laporan yang masuk ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Benteng dari 20 Puskesmas. Hal ini disampaikan Kasi Penanganan Penyakit Menular Dinkes, Idham Kholid SKM.

“Totalnya ada 57 kasus,” jelasnya.

Namun, untuk kasus terbaru di Desa Karang Tinggi yang sudah ada 10 korban DBD, sampai saat ini belum masuk secara resmi. Namun, hal tersebut sudah diketahui yang langsung ditangani dengan pelaksanaan fogging dua hari lalu di daerah pemukiman padat penduduk dengan jumlah warga mencapai 1600 jiwa.

Ia mengakui, untuk penanganan DBD ini sendiri, pihaknya mengalami kendala anggaran. Makanya, setiap ada laporan terbaru kasus DBD, bagi warga yang mengajukan fogging harus melakukannya secara swadaya untuk biaya operasional pelaksanaan fogging tersebut. Karena, tahun 2019 ini anggaran untuk fogging minim sekali, karena tidak diakomodir dalam pembahasan APBD untuk Dinkes Benteng diakhir tahun 2018 lalu.

Meskipun Dinkes Benteng juga sudah berupaya meyakinkan bahwa anggaran sangat dibutuhkan, namun tetap saja tidak terealisasi untuk tahun 2019 ini. Berbeda dengan tahun 2018 lalu, yang masih diakomodir mencapai Rp 40 juta untuk setahun. Namun tidak demikian untuk tahun 2019 ini yang nihil anggarannya.

Kepala Puskesmas Karang Tinggi, Julianti S.TR, Keb mengakui hal itu. Pihaknya melakukan fogging demi mencegah semakin banyaknya korban berjatuhan akibat DBD, semua dilakukan menggunakan anggaran hasil kerjasama Puskesmas dan juga warga Desa Karang Tinggi.

Karena, hal ini kebutuhan yang darurat, sehingga warga desa dan pihak puskesmas rela untuk mengumpulkan dana secar swadaya. Sementara dari Dinkes untuks etiap pelaksanaan fogging, hanya bisa memberikan racun dan juga meminjamkan peralatan fogging. Tidak untuk hal lainnya misalnya BBM untuk fogginhg harus keluar dari kantong sendiri.

“Kami harus swadaya karena kami tidak ingin semakin banyak korban DBD kembali bertambah,” demikian Julianti.(vla)

Berita Lainnya

Pemilihan Ketua DPRD Bengkulu Tengah Diprotes

BENTENG – Partai Nasional Demokrat (NasDem) menjadi partai pemenang dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) di Kabupaten ...

error: Content is protected !!