Jumat , 18 Oktober 2019
Home / Breaking News / Bank Bengkulu Jadi Bank Syariah

Bank Bengkulu Jadi Bank Syariah

HADIR: Gubernur Bengkulu bersama para kepala daerah (kabupaten/kota) pemegang saham, Dirut dan Komisaris Bank Bengkulu pada pembukaan RUPS Tahun Buku 2018 di lantai 7 Graha Bank Bengkulu, Rabu (27/3). (foto: komi/rb)

BENGKULU – Rencana Bank Bengkulu menjadi bank syariah, semakin mantap. Terutama setelah mendapat “restu” dari para pemegang saham. Secara langsung Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah mengumumkan persiapan konversi Bank Bengkulu dari bank konvensional menjadi bank syariah.

“Kami minta jajaran dan komisaris untuk segera melakukan tahapan-tahapan itu (konversi ke bank syariah). Sehingga secepatnya menjadi bank syariah dan memenuhi harapan masyarakat,” kata Rohidin usai menghadiri Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan, Tahun Buku 2018, Rabu (27/3).

Pemegang saham setuju untuk men-support peningkatan kapasitas Bank Bengkulu menjadi bank dengan Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) II. Salah satunya dengan melakukan penambahan modal.

“Dengan masih adanya kekurangan dana pemegang saham murni untuk menuju Buku II, sudah disepakati secara proposional dalam penganggaran dua tahun ke depan akan dipenuhi,” tegas Rohidin.

Rohidin menambahkan, keputusan lain yang mendasar dari RUPS Tahun Buku 2018 adalah diterimanya laporan kinerja operasional dan laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris. Laporan tersebut merupakan laporan keuangan yang telah diaudit Akuntan Publik Drs. Bambang Sudaryono & Rekan dan merupakan Laporan Pertanggungjawaban (LPj) Direksi PT. Bank Pembangunan Daerah Bengkulu berupa neraca dan laporan rugi laba.

 

Terus Tumbuh

Secara garis besar perkembangan usaha Bank Bengkulu Tahun Buku 2018, terus tumbuh. Per 31 Desember 2018 total aset Bank Bengkulu tumbuh sebesar 100,48 persen menjadi Rp 5.893 miliar dibandingkan tahun sebelumnya Rp 5.865 miliar. Pertumbuhan aset ini ditopang pertumbuhan kredit 10,62 persen.

Untuk dana pihak ketiga, pada akhir 2018 Bank Bengkulu mampu menghimpun dalam bentuk giro, tabungan dan deposito mencapai Rp 4.394 miliar. Tahun 2018, kredit yang diberikan Bank Bengkulu mencapai Rp 4.583 miliar. Meningkat  Rp 440 miliar atau sebesar 10,62 persen dari tahun 2017 sebesar Rp 4.144 miliar. Dengan rincian komposisi kredit produktif sebesar 17,14 persen, kredit modal kerja mencapai Rp 447 miliar, kredit konsumsi tumbuh menjadi Rp 3.798 miliar.

Pencapaian kinerja Bank Bengkulu tahun 2018 berhasil membukukan laba sebelum pajak  sebesar Rp.107,6 miliar. Sedangkan laba bersih Bank Bengkulu sebesar Rp 76 miliar.

Sementara itu Direktur Utama Bank Bengkulu H. Agusalim, SE, ME memastikan tahun 2019 ini ada penambahan penyaluran Corporate Social Responsibility (CSR). Jika sebelumnya CSR diberikan sebesar 3 persen dari total laba, maka tahun ini dinaikkan menjadi 5 persen. “Itu tadi keputusan dari pemegang saham. Artinya kita sudah full mengikuti undang-undang. Di undang-undang maksimal CSR 5 persen,” ungkap Agusalim.

Untuk diketahui, penyaluran CSR Bank Bengkulu dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tahun tahun 2018 CSR yang disalurkan mencapai Rp 3.796 miliar ke kabupaten/kota. Baik untuk bidang pendidikan, agama, maupun lingkungan.

Menanggapi soal rencana konversi ke bank syariah, Agusalim menargetkan dua tahun untuk persiapan mulai dari proses hingga beroperasi. Ia mencontohkan bank pembangunan daerah lain seperti Bank NTB, Bank Aceh Syariah, Bank Sumbar dan di Riau Kepri.

Ia optimis konversi bisa terlaksana, apalagi sudah ada komitmen dari pemegang saham untuk mendukung BUKU II.  Konversi ke bank syariah, lanjut Agusalim, akan membawa keuntungan. Sebab kalau bank syariah tidak bisa membuka layanan konvensional. Sebaliknya, bank syariah boleh memiliki layanan bank konvensional. “Dari segi produk juga akan ada perubahan. Mulai dari namanya, akan menyesuaikan dengan syariah Islam,” demikian Agusalim.(ken)

Berita Lainnya

Pertama Di Indonesia Bulog Gandeng Pemkab Kepahiang Terkait Penyediaan Kebutuhan Beras ASN

KEPAHIANG – Untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, khususnya beras kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan ...

error: Content is protected !!