Sabtu , 24 Agustus 2019
Home / Metropolis / Dua Bulan Tak Diangkut, Pedagang Siap Bayar

Dua Bulan Tak Diangkut, Pedagang Siap Bayar

PENUH: Tumpukan sampah batok kelapa sisa dagangan milik pedagang terlihat menumpuk di pinggir jalan Taman Berkas. (foto: bayu/rb)

BENGKULU – Tidak hanya jalan berlubang, namun jalan Pariwisata Pantai Berkas juga terdapat tumpukan sampah berupa batok kelapa yang sudah dua bulan ini tidak diangkut. Kondisi ini tentu cukup mengganggu upaya pemerintah yang sedang gencar-gencarnya menyosialisasikan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu 2020.

Sebab dengan adanya tumpukan sampah yang cukup banyak itu, tentu akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisata. Salah seorang pedagang di dekat Taman Pantai Berkas, Eli Agustina (44) mengatakan, sudah lebih dari dua bulan sampah bekas dagangannya berupa batok  kelapa tidak pernah diangkut petugas kebersihan. Padahal sebelumnya, ia sempat diberikan himbauan agar sisa dagangannya diletakkan di pinggir jalan supaya mudah dijangkau untuk diangkut oleh mobil kebersihan.

“Saya berani jamin, selama beberapa bulan ini dari pagi samapi ke pagi lagi belum ada petugas kebersihan yang pernah mengangkut sampah di sekitaran Taman Pantai Berkas,” tegasnya.

Ia menambahkan, para pedagang siap membayar retribusi uang kebersihan jika memang diharuskan seperti itu. Tetapi ia mengaku selama ini belum ada komunikasi antara pedagang dengan dinas yang terkait mengenai hal biaya kebersihan, “Jika memang harus bayar, kami siap bayar. Yang penting pantai ini bisa bersih,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua RT 1 Kelurahan Berkas, Pandi mengatakan, masalah sampah batok kelapa yang berserakan di pinggir pantai sebenarnya sangat sulit diatasi. Namun demikian, dia menegaskan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Alasannya, DLH lebih bertanggung jawab untuk mengatasi sampah rumah tangga,

“Sampah bekas kelapa itu harusnya pedagang yang langsung membuangnya ke TPA,” katanya.

Disisi lain, Kepala Bidang (Kabid) Persampahan DLH Kota Bengkulu, Rusman Effendi mengatakan, selama ini DLH sudah melakukan pembersihan terutama untuk di kawasan pantai yang dimulai pada pukul 02.00 WIB hingga selesai. Ia mengakui, DLH sengaja melakukan tugas kebersihan pada jam subuh agar pada saat pagi hari kawasan pantai sudah terlihat bersih kembali,

“Inikan kawasan wisata, jadi pasti akan selalu kita usahakan untuk dibersihkan,” katanya.

Selain itu, ia mengimbau agar masyarakat terutama para pedagang agar lebih peka terkait kebersihan. Karena selama ini penyebab terjadinya banjir ataupun pantai yang terlihat kumuh disebabkan oleh sampah yang berserakan.(cw2)

Berita Lainnya

Distribusi BPNT, Dinsos Gandeng Karang Taruna

BENGKULU – Dinas Sosial Provinsi akan bekerja sama dengan Bulog Bengkulu untuk memasok kebutuhan komoditas ...

error: Content is protected !!