Senin , 22 Juli 2019
Home / Metropolis / Gubernur Akui Serapan Anggaran Rendah

Gubernur Akui Serapan Anggaran Rendah

SAMPAIKAN: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menyampaikan LKPJ Gubernur Bengkulu Tahun 2018. (foto: yunike/rb)

BENGKULU – Serapan anggaran tahun 2018 belum mencapai 90 persen. dari belanja 3,343 triliun terealiasi sebesar Rp 2,978 triliun atau 89,08 persen. Rendahnya serapan anggaran tahun lalu dibanding tahun sebelumnya juga diakui Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah. Terutama kegiatan dalam bentuk pelaksanaan proyek.

“Secara keseluruhan dari makro ekonomi kita mengalami peningkatan termasuk ada beberapa program strategis nasional yang berhasil kita golkan di tahun 2018. Namun disisi kinerja internal pemerintahan kinerja internal pemerintahannya masih perlu mendapat perhatian,” kata Rohidin ditemui usai rapat paripurna di DPRD Provinsi Bengkulu dengan agenda penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Bengkulu, Rabu (27/3).

Lanjutnya, harus diakui dari sisi kinerja internal pemerintahan memang masih perlu mendapat perhatian terutama serapan anggaran lebih rendah dari tahun sebelumnya. Banyak kegiatan dalam bentuk pelaksanaan proyek perlu mendapat tindak lanjut terkait masa waktu pekerjaan. Lantaran pada saat itu dirasakan proses berbelit-belit sehingga lelang baru dimulai sekitar Mei dan juga akhirnya molor hingga Agustus.

“Imbas lelang yang terlambat banyak pekerjaan baru dilaksanakan diawal Oktober. Sekarang sudah ada perbedaan, lelang sudah berjalan sejak awal tahun dan hampir 100 paket sudah berjalan,” terangnya.

Dalam rapat paripurna kemarin, Rohidin menyampaikan capaian-capaian kinerja selama tahun 2018 termasuk tantantgan dalam meningkatkan perekonomian daerah semakin berat. Untuk itu diperlukan strategi dalam mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Upaya yang dilakukan pada tahun 2018, yaitu mendorong peningkatan kapasitas kelembagaan.

Kemudian peningkatan konektivitas Provinsi Bengkulu, diantaranya pengembangan bandara Fatmawati menjadi bandara internasional, mendorong program prioritas nasional pembangunan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau sepanjang 95,8 kilometer, pengembangan pelabuhan penunjang Linau dan Enggano, ditetapkannya pembangunan jalan ring road, mendorong percepatan pembangunan rel kereta api, dibukanya transpor masal trans Raflesia, membuka rute penerbangan komersil baru.

Selain itu ada pembangunan industri dan sistem logistik nasional, pembangunan sumber daya energi, pembangunan sumber daya energi,  dan pembangunan infrastruktur strategis. “Dalam pengelolaan keuangan daerah, BPK RI Perwakilan Bnegkulu telah memberikan opini WTP untuk laporan keuangan tahun 2017. Ini merupakan suatu keberhasilan kita bersama yang patut disyukuri dan dipertahankan,” demikian Rohidin.

Rapat paripurna kemarin dipimpin langsung Ketua DPRD Provinsi Bengkulu Ihsan Fajri. Selanjutnya, penyampaian LKPJ gubernur akan dibahas pada masing-masing komisi. (key)

Berita Lainnya

Stok Banyak, Harga Cabai Mulai Turun

BENGKULU – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu mulai mengalami penurunan. Setelah ...

error: Content is protected !!