Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Lebong / Karaoke Ancam Kearifan Lokal

Karaoke Ancam Kearifan Lokal

RAKOR: Asisten III Setkab Lebong, Sumiati saat memimpin rapat koordinasi evaluasi triwulan pertama tim PPWK, kemarin (27/3). (foto: aris/rb)

PELABAI – Suguhan karaoke yang kerap ditampilkan dalam hajatan di masyarakat, diklaim bisa memudarkan dan mengancam kearifan lokal di Kabupaten Lebong. Mengingat dalam pertunjukan karaoke, tidak jarang disanding dengan praktek sawer atau memberi tips kepada biduan yang nyanyi di atas panggung. Dikhawatirkan acara itu memicu tindakan negatif.

‘’Misalnya pesta minuman beralkohol dan mabuk-mabukan yang berujung kriminal,’’ kata Kasi Pembinaan Masyarakat (Binmas) Islam Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Lebong, H. Darul Maukup, S.Ag dalam rapat koordinasi Pembauran Wawasan Kebangsaan (PPWK) Kabupaten Lebong di ruang rapat Graha Bina Praja Sekretariat Kabupaten (Setkab) Lebong, Rabu (27/3).

Budaya karaoke disertai sawer dan pesta minuman beralkohol itu sangat bertolak belakang dengan budaya masyarakat Kabupaten Lebong yang menjunjung tinggi adat ketimuran. Walaupun saat ini belum terjadi, namun pergeseran yang mengarah ke perubahan budaya masyarakat Lebong itu pasti terjadi jika tidak segera disikapi.

‘’Lihat sendiri saat ini, acara pernikahan, bahkan doa syukuran sekalipun rata-rata pakai acara karaoke. Kalau malam ada yang pakai acara sawer-saweran. Praktik sawer biduan ini sangat tidak mendidik generasi muda, bahkan bisa memicu pertengkaran rumah tangga,’’ ungkap Darul.

Harapannya, dengan semakin menjamurnya acara karaoke di setiap hajatan masyarakat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong dapat melakukan penataan. Diantaranya menerbitkan regulasi yang dapat menjadi payung hukum dalam sebuah pertunjukan atau hiburan yang mengundang keramaian. Artinya proses perizinan harus diperketat.

‘’Jangan sampai prosesi adat Rejang berupa jamuan kutai yang selalu dipadati warga itu hanya menjadi simbol. Sementara masyarakat lebih menantikan hiburan pesta karaokenya. Ini yang saya katakan patut dicurigai dapat memudarkan kearifan lokal di Kabupaten Lebong,’’ tukas Darul.

Sementara Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Lebong, M. Ikhram, S.Sos menjelaskan, rapat koordinasi tim PPWK tidak hanya menjadi ajang silaturahmi. Rapat ini rutin digelar setiap triwulan juga bertujuan menghimpun informasi, masukan serta evaluasi bagi Kesbangpol dalam merumuskan kebijakan menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

‘’Melalui forum ini, kami harap dapat menyatukan persepsi, pola pikir, pola sikap serta pola tindak terhadap setiap permasalahan yang timbul di tengah masyarakat. Jangan sampai adat budaya ketimuran yang menjadi warisan leluhur masyarakat Lebong justru pudar karena terpengaruh budaya asing,’’ tutup Ikhram.

Pantauan RB, rapat koordinasi dipimpin Asisten III Setkab Lebong, Sumiati, SP dan dihadiri petinggi Polres Lebong, tokoh agama, tokoh pemuda serta tokoh perempuan dan Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Lebong.(sca)

Berita Lainnya

Basarnas Bantu Pencarian Bocah Hanyut

AMEN – Upaya pencarian terhadap Rahmat Gatra Putra Maresta (5), warga Kecamatan Ipuh, Kabupaten Mukomuko ...

error: Content is protected !!