Selasa , 23 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Rambah Hutan Lindung, Residivis Dipenjara Lagi

Rambah Hutan Lindung, Residivis Dipenjara Lagi

PERAMBAHAN: Sk (24) yang merupakan residivis kasus pencurian menjadi tersangka kasus perambah hutan. (foto: shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Polres Bengkulu Utara (BU) membekuk dua perambah hutan yang meruakan ayah dan anak. Keduanya yakni JP (59) dan anaknya Sk (24). JP dan Sk ditetapkan sebagai tersangka karena merambah Hutan Lindung (HL) Bukit Daun Kecamatan Taba Penanjung, Bengkulu Tengah (Benteng).

Sk sendiri merupakan residivis yang pernah merasakan penjara atas kasus pencurian sekitar dua tahun lalu. Kini ia ditemani ayahnya meringkuk di jeruji besi. Keduanya menggarap sekitar 3 hektare kawasan HL Bukit Daun menjadi perkebunan kopi. Kawasan ini sudah enam tahun digarapnya hingga sudah berulang kali menghasilkan kopi yang dijualnya sebagai penghidupan sehari-hari.

Dari keterangan JP, baru sekitar dua tahun anaknya Sk ikut menggarap kebun tersebut setelah keluar dari penjara. Sehingga sehari-hari anaknya hanya di kawasan kebun tersebut. Ia juga mengakui lahan tersebut bukan miliknya.      “Lahan itu hutan, bukan milik kami. Hanya memang kami garap dari awal untuk menjadi kebun, karena tidak ada lahan lain,” kata Jon.

Kapolres BU AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim  AKP. M. Jufri S.IK mengatakan perambahan hutan di wilayah Benteng terutama yang berada di daerah pegunungan masuk dalam pengawasan karena sering dirambah.

Hal ini yang menjadi sebab sering terjadinya longsor di wilayah tersebut.

“Kita juga sudah sering melakukan sosialisasi yang intinya pendekatan pada masyarakat agar menghentikan aktivitas perambahan hutan. Namun masih terjadi,” jelas Jufri.

Akibat perbuatannya, ayah dan anak ini terancam penjara paling singkat 3 tahun dan paling lama 10 tahun. Polisi menjeratnya dengan pasal 92 ayat (1) huruf a dimana keduanya melakukan kegiatan perkebunan tanpa izin di wilayah hutan.

“Kita tidak menjerat terkait hasil hutan yang hilang akibat perkebunan tersebut. Namun kita jerat karena keduanya melakukan aktivitas perkebunan tanpa izin,” beber Jufri.(qia)

Berita Lainnya

Rencana Pembangunan Pabrik Karet Tunggu Kepastian Menteri

ARGA MAKMUR – Pemkab Bengkulu Utara sudah melakukan ekspos di Kementerian Perindustrian (Kemenperind) terkait berdirinya ...

error: Content is protected !!