Senin , 22 Juli 2019
Home / Metropolis / Dikira Sakit Perut, Ternyata Tumor Hati

Dikira Sakit Perut, Ternyata Tumor Hati

TERKULAI : Rusli Sulaiman(30) terkulai lemas di kasur akibat sakit Tumor Hati yang dideritanya. (foto: yudi/rb)

Awalnya dikira hanya sakit perut biasa. Namun siapa sangka, rupanya itu adalah tanda-tanda munculnya Tumor Hati. Hal ini dialami Rusli Sulaiman (30) warga Kelurahan Jitra. Tak ada yang bisa dilakukannya selama 6 bulan ini, kecuali hanya bisa terbaring pasrah. Simak liputannya.

M. RIZKI WAHYUDI, Kota Bengkulu

PRIA yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dan juru parkir ini, sudah enam bulan terkulai lemas di atas kasur rumahnya. Rusli yang memiliki dua anak ini, terserang penyakit tumor hati. Jangankan untuk berjalan, duduk lebih dari tiga menit saja, ia merasakan sakit yang teramat sangat.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, dia mengandalkan uluran tangan dari para tetangga. Tentu saja itu tidak cukup. Terpaksa sang istri, Siska (29) bekerja di salah satu rumah makan, agar asap dapur mereka tetap mengepul.

Kemarin (28/3), RB mengunjungi rumah Rusli di Jalan Gang Manunggal nomor 12 RT 1 Kelurahan Jitra. Kondisi Rusli hanya mengenakan celana dan terbaring di atas kasur yang diletakkan di ruang tamu. Sehari-hari Rusli terpaksa tidak mengenakan baju, karena ia merasa sakit apabila mengenakan baju tersebut.

Diceritakan Rusli, satu tahun lalu ia merasakan sakit di perut kanan. Hal itu dialaminya setelah pulang kerja sebagai kuli bangunan. Awalnya ia mengira itu hanya sakit perut biasa saja. Keesokannya ia kembali beraktivitas seperti biasa.  Hampir setiap hari, sakit di perut Rusli terus hingga, namun tidak dipedulikannya.

Barulah sekitar enam bulan kemudian, terlihat tonjolan besar bagian perut yang sakit tersebut. Kaget, ia akhirnya melakukan pengecekan di RSUD Kota Bengkulu. Hasilnya, pihak medis mediagnosa kalau Rusli menderita tumor hati. Setelah itu, Rusli yang merupakan tulang punggung keluarga, tak mampu lagi bekerja.

Ekonomi keluarga yang semakin menurun, memaksa salah seorang anak Rusli yang berusia 8 tahun, terpaksa berhenti sekolah. Selama ini, pengobatan yang dilakukan hanya mengandalkan BPJS Kesehatan. Belakangan, tim medis memastikan kalau tumor hati yang diderita Rusli, sudah mencapai stadium 4 atau stadium akhir. Untuk itu perlu dirujuk ke rumah sakit Jakarta.

Namun pihak keluarga dipusingkan dengan biaya. Hanya bekerja sebagai karyawan rumah makan, tentu sangat berat bagi Siska untuk membiayai pengobatan ke Jakarta. “Jangankan untuk berobat ke Jakarta, untuk makan saja kami susah. Pengennya ada bantuan pemerintah, untuk rujuk ke rumah sakit agar dapat sembuh,”jelas Siska.

Terkait kondisi itu, tak banyak yang diharapkan Rusli. Ia hanya ingin cepat sembuh agar bisa beraktivitas seperti biasa lagi. “Aku ingin sembuh, aku ingin kembali sehat,”ucapnya lirih. (**)

Berita Lainnya

Stok Banyak, Harga Cabai Mulai Turun

BENGKULU – Harga cabai di sejumlah pasar tradisional di Kota Bengkulu mulai mengalami penurunan. Setelah ...

error: Content is protected !!