Senin , 22 April 2019
Home / Metropolis / Harga TBS Sawit Tidak Menentu

Harga TBS Sawit Tidak Menentu

Harga TBS Sawit

BENGKULU – Harga tandan buah segar (TBS) sawit Bengkulu periode Maret terbilang turun dari bulan sebelumnya. Tercatat, harga TBS sekarang adalah Rp 1.199,32/kg atau turun Rp 7,31/kg dibandingkan dengan harga sebelumnya yang mencapai Rp 1.126,63/kgnya.

Penetapan harga tersebut diputuskan di Bengkulu pada Rabu (27/3) lalu dengan melibatkan seluruh anggota tim yang terdiri dari Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (TPHP), Polda, Gabungan Pengusaha Kepala Sawit Indonesia(GAPKI), serta Biro dan unsur perwakilan petani yang terkait.

Kadis TPHP Provinsi Bengkulu Ir Ricky Gunarwan melalui Kabid Perkebunan Ir Resmawan menjelaskan sesuai dengan Permentan No 01 tahun 2018 bahwa penetapan harga TBS dilakukan minimal 1 sekali. Maka untuk periode Maret telah dilakukan rapat penetapan harga TBS di Bengkulu yang hasilnya harga TBS ditingkat pabrik, harga tertingginya Rp 1.279,20/kg dan harga terendah Rp 959,45/kg.

Sehingga diambil harga ketentuan bahwa harga ditingkat pabrik adalah Rp 1119,32/kg dengan toleransi 5% yang mana dalam toleransi tersebut bisa mengalami kenaikan maupun penurunan harga. “Dengan demikian harga sawit itu naik turun tidak menentu, kami akan terus berusaha agar harga kepala sawit dapat naik lagi,” lanjutnya.

Ia menambahkan, perkembangan harga kepala sawit terus berfluktuasi sesuai dengan perkembangan harga dunia. Ia meminta pelaku usaha CPO di Provinsi Bengkulu dapat menghadiri ketika ada proses penetapan harga yang dilakukan. Apabila pelaku usaha tersebut masih tidak hadir dan tidak memberikan data-data yang dibutuhkan maka akan diberikan sanksi. Baik dari teguran bahkan sampai pencabutan izin dan penutupan usaha.

“Kami meminta pihak pihak terkait khususnya pelaku usaha untuk lebih kooperatif demi kepentingan bersama,” ujarnya.

Provinsi Bengkulu memiliki 15 pabrik sawit. Menurut data terakhir luas kebun sawit yang ada di Provinsi Bengkulu adalah seluas 379084 hektare yang terdiri dari perkebunan sawit rakyat seluas 248817 hektare, perkebunan besar milik negara seluas 3635 hektar serta perkebunan besar swasta seluas 126632 hektar. Dari luasan tersebut melibatkan tenaga kerja sebanyak 198.600 jiwa yang terdiri dari perkebunan rakyat sebanyak 133.466 jiwa, perkebunan negara sebanyak 1318 jiwa serta perkebunan swasta sebanyak 63316 jiwa.

Maka dari itu pertahunnya Bengkulu dapat memproduksi CPO dengan total produksi mencapai 984.340 ton pertahunnya.(cw1)

Berita Lainnya

Porwil Kian Dekat, Rehab Venue Dikebut

BENGKULU – Pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) ke X se Sumatera semakin dekat. Dimana Bengkulu ...

error: Content is protected !!