Selasa , 23 April 2019
Home / Metropolis / Ketulusan Hati

Ketulusan Hati

 Mashuri Renoldi

BENGKULU – Inna fil jasadi mudgotan idza solaha solahatil jasadu kulluh,idza fasada fasadatil jasadu kulluh...(HR. Bukhori Muslim). Makna hadits tersebut, bahwa sesungguhnya dalam diri manusia terdapat segumpal daging. Jika daging itu baik, maka akan baiklah seluruh amal prilaku badannya,sebaliknya jika daging itu busuk/rusak, maka akan rusak pula semua perbuatannya.

Hadits tersebut mnggambarkan manusia sesunghunya banyak yang berpura-pura, banyak yang bersandiwara, yang bertopeng dengan segala hal yang tampak elok, baik, dari segi bertutur kata. Juga bersikap antar sesama bhkan baik di depan siapapun. Tapi apakah hal itu adalah yang ssungguhnya? belum tentu. Jika saja apa yang tampak di mata kita itu semuanya indah dan elok yg nyata, maka untuk apa Allah swt menurunkan ayat yang merupakan indikator dari kebaikan dari manusia?

Dalam satu firmannya, Allah swt menyebutkan, Dia tidak menilai manusia itu dari bentuk fisik, tidak juga brdasarkan nasab dan keturunan, juga bukan karena harta, pangkat dan jabatan. Tapi Allah swt menilai manusia karena kebaikan dan ketulusan hati.

Senada dengan hadis di atas, maka inti dari manusia itu adalah hati. Maka menjaga hati untuk tetap bersih dan murni tentu bukanlah persoalan yang mudah dilakukan, terlebih di zaman fitnah saat ini, zaman hoax, meraja lela, adu domba seolah sah saja. Terkait hal itu kita jangan terlalu mudah menilai manusia dari tampilan luarnya saja, dari apa yang nampak oleh mata belaka, krn itu akan menjerumuskan kita semua kepada hal yang tidak baik.(**)

Berita Lainnya

Honorer Pemprov Dapat THR

BENGKULU – Sama dengan PNS, honorer Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu tahun ini juga mendapatkan Tunjangan ...

error: Content is protected !!