Kamis , 25 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Tersangka Pencabulan, Mantan Kades Ditahan

Tersangka Pencabulan, Mantan Kades Ditahan

DITAHAN: Kapolsek Talang Empat, Iptu. Ahmad Khairuman SE menunjukkan Barang Bukti (BB) kasus pencabulan. Tersangka Ak (67), resmi ditahan mulai Kamis (28/3). (foto: fintah/rb)

BENTENG – Ak (67) Kamis (28/3) ditetapkan tersangka kasus pencabulan terhadap penyandang disabilitas, Ad (22) yang tak lain tetangganya sendiri. Setelah Mantan Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Pondok Kubang ini menjalani pemeriksaan di Mapolsek Talang Empat, dia langsung dijebloskan ke sel. Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP. Ariefaldi Warganegara SH, S.IK, MM melalui Kapolsek Talang Empat, Iptu. Ahmad Khairuman, SE menjelaskan selama 20 hari kedepan, penyidik akan menyelesaikan berkasnya. Dia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan beberapa alat dan barang bukti yang telah diamankan.

“Penetapan tersangka, sehari sebelumnya juga telah dilakukan pemeriksaan 1×24 jam terhadap tersangka,” terang Ahmad.

Ahmad langsung turun untuk melihat TKP tersangka mencabuli korban di salah satu kamar rumahnya. Kemudian menyita beberapa barang bukti tambahan. Bukti tersebut digabung dengan bukti lainnya yang telah diamankan terlebih dahulu saat penjemputan tersangka di rumahnya.

Meskipun hasil visum belum keluar dari RS Bhayangkara, namun bukti Serta keterangan korban dan beberapa saksi sudah cukup kuat untuk menetapkan Ak sebagai tersangka. Saksi itu antara lain ibu korban dan tetangganya yang melihat korban di rumah tersangka. Dari informasi yang didapat hasil visum akan keluar paling lama hari ini, (29/3).

Menangani kasus ini, polisi berkoordinasi dengan beberapa lembaga. seperti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) di Kabupaten Benteng. Agar penanganan kasus ini bisa lebih baik. Mengingat kondisi korban yang mengalami kekurangan, terutama dalam berbicara. “Selain itu kami masih menunggu petunjuk dari Polres BU dan juga Polda Bengkulu, karena gelar perkara sehari sebelumnya dilakukan di Mapolda Bengkulu,” terang Ahmad.

Sementara itu, Relawan Perempuan Benteng, Jumi Narti mengatakan ikut memantau kasus ini. Dia berharap kasus ini bisa diusut tuntas. Hal ini untuk memberikan keadilan terhadap korban yang juga penyandang disabilitas.

“Kami akan berkoordinasi kepada pihak kepolisian yang menangani kasus ini,” demikian Jumi Narti.(vla)

Berita Lainnya

Lembur, Pemkab Periksa Kesehatan PPK

BENTENG – Belum selesainya pelaksanaan penghitungan suara tingkat PPK, menarik perhatian Pemkab Benteng. Plt.Sekda Benteng, ...

error: Content is protected !!