Rabu , 24 April 2019
Home / Berita utama / Curhat Pedagang, Sultan Berharap Ada Solusi

Curhat Pedagang, Sultan Berharap Ada Solusi

CURHAT : Sultan mendengar keluh kesah pedagang saat mengunjungi Pasar tradisional KZ. Abidin, Pasar Panorama, Betungan dan Singgaran Pati. (foto : ist/rb)

BENGKULU – Dalam rangkaian kampanye di  Kota Bengkulu, Sultan  B Najamudin  mengunjungi Pasar tradisional Kz. Abidin, Pasar Panorama, Betungan dan Singgaran Pati.  Banyak pedagang yang masih mengeluhkan turunnya daya beli konsumen yang berdampak langsung pada perkonomian para pedagang.

“Banyak keluarga kita berprofesi pedagang di pasar tradisional masih mengeluhkan rendahnya daya beli, ini menjadi pekerjaan rumah bagi kita semua agar kedepan ada solusi ” tegas Sultan yang tercatat sebagai calon DPD RI no urut 31 Dapil Bengkulu, Sabtu (30/3)

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Provinsi Bengkulu pada 2018 lalu, tumbuh sebesar 4,99% year on year (yoy). Pertumbuhan tersebut tumbuh melambat dibandingkan dibandingkan pertumbuhan tahun 2017 lalu yang tercatat sebesar 4,98% (yoy).

Melambatnya pertumbuhan ekonomi tersebut dipicu beberapa sektor salah satunya masih rendahnya konsumsi rumah tangga, bahkan hingga triwulan IV 2018 lalu konsumsi rumah tangga di Bengkulu hanya tumbuh sebesar 4,90% atau lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang tercatat sebesar 5,10%.

Sultan mengaku, rendahnya konsumsi rumah tangga disebabkan oleh perilaku masyarakat untuk menahan konsumsi akibat menurunnya pendapatan masyarakat seiring tren pelemahan harga komoditas yang masih berlanjut, antara lain CPO dan karet. Kondisi tersebut menyebabkan masyarakat membatasi pembelian barang dan jasa sehingga dikhawatirkan ikut mempengaruhi kondisi ekonomi daerah.

“Secara keseluruhan, konsumsi rumah tangga pada 2018 tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun 2017, yaitu dari 5,57% (yoy) menjadi 4,97% (yoy). Ditengah membaiknya daya beli akibat inflasi yang rendah dan stabil (2,35% yoy) pada 2018, turunnya pendapatan akibat tren penurunan harga komoditas menyebabkan konsumsi rumah tangga ikut turun,” kata Sultan.

Untuk menjaga daya beli masyarakat di Bengkulu tetap membaik, diperlukan sebuah program strategis. Salah satunya menjaga harga komoditas seperti karet dan CPO tetap tinggi, dengan begitu keinginan masyarakat untuk membeli barang dan jasa juga akan tinggi. “Kalau harga komoditas membaik, maka konsumsi masyarakat juga meningkat, untuk itu perlu kajian strategis untuk mengatasi permasalahan tersebut,” tutur Sultan.

Lebih lagi, meskipun Pemerintah Daerah dan Pusat telah menyiapkan beberapa program strategis untuk menjaga harga komoditas tetap stabil. Nyatanya hingga saat ini kedua harga komoditas ungulan di Provinsi Bengkulu ini belum juga membaik. Bahkan Bank Indonesia (BI) memproyeksi hingga triwulan I 2019 lalu, perlambatan konsumsi rumah tangga diperkirakan masih akan berlanjut. Pergerakan harga komoditas utama yang masih berfluktuasi berpotensi menyebabkan berkurangnya pendapatan masyarakat sehingga menahan konsumsi.

“Hal tersebut tercermin dari Hasil Survei Konsumen per Februari 2019 yang menunjukkan menurunnya tingkat keyakinan masyarakat. Indeks Penghasilan Konsumen tercatat sebesar 95,00, lebih rendah dibandingkan triwulan IV 2018 sebesar 98,61. Sementara Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) tercatat sebesar 91,80, lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya 93,15,” ujar Sultan.

Ia menilai, untuk mendongkrak daya beli dalam jangka pendek ada empat hal yang bisa dilakukan oleh pemerintah. Pertama, jangan terlalu ketat mengejar pajak dari masyarakat. Kedua, mendorong dana yang banyak tersimpan di bank-bank pemda supaya jangan disimpan. Ketiga, program dana desa harus cepat distribusinya ke masyarakat, karena itu akan meningkatkan daya beli. Kemudian keempat, membuat program-program spesial yang bersifat cepat, misalnya membangun jalan di desa, mendorong siapa punya tanah untuk bikin pasar desa, atau bendungan kecil yang hanya butuh biaya kecil. “Dalam keadaan stagnasi di zaman dulu, dalam keadaan krisis, pemerintah mengeluarkan cash untuk membangun infrastruktur kecil-kecil itu dampaknya besar,” ungkap Sultan.

Sementara itu, sudah ada program pemerintah untuk dapat mengakselarasi pertumbuhan ekonomi, seperti program yang langsung bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, yakni program keluarga harapan (PKH), rastra, dan lain-lain. Menurut Mantan Wakil Gubernur Bengkulu ini, hal tersebut bersifat memberi support kepada masyarkat untuk mengurangi beban yang ditanggung mereka.

“Dengan demikian akan bisa diakselarasi, eksekusinya memang akan terlambat. Namun, itu akan bisa meningkatkan kapasitas dari masyarakat terutama menengah ke bawah untuk bisa mendapatkan momentum untuk meningkatkan konsumsinya,”  tutupnya.(rls/tim)

Berita Lainnya

TNI AL- Polri Kawal Ketat Logistik Pemilu dari Enggano

BENGKULU – KRI Kurau 856 tiba di dermaga Nusantara Pelindo II Pulau Baai Bengkulu, Selasa ...

error: Content is protected !!