Rabu , 11 Desember 2019
Home / Breaking News / Anisa Sopiah, Suarakan Kesetaraan Gender Hingga ke Kementerian

Anisa Sopiah, Suarakan Kesetaraan Gender Hingga ke Kementerian

BERSAMA : Anisa Sopiah saat bersama Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi

ISU kesetaraan gender memang cukup sensitif untuk disuarakan. Namun hal itu justru memacu remaja berprestasi, Anisa Sopiah untuk gencar menyuarakannya. Salah satunya melalui video pendek yang diikutsertakannya dalam Lomba Video Kreatif gelaran Kementerian Luar Negeri RI dalam rangka memperingati Hari Perempuan Internasional 2019 beberapa waktu lalu.

Tak disangka, Anisa Sopiah terpilih sebagai juara 1. Alumni SMAN 5 Kota Bengkulu ini mengambil tema dalam videonya yakni tentang perempuan Indonesia dan dunia serta harapan untuk kesetaraan gender dunia. “Video itu berjudul Saya Perempuan Saya Bisa,” ujarnya.

Dalam video tersebut, mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ini menceritakan mengenai stigma negatif masyarakat terhadap perempuan. “Stigma itu harus dibuang jauh-jauh,” katanya.

Ia juga memberikan bukti nyata tentang prestasi perempuan di dunia dan Indonesia yang berpengaruh besar terhadap orang banyak. “Saya memberikan penekanan jika perempuan memiliki kapasitasi dalam bidang politik, pertahanan dan keamanan, serta memimpin laki-laki,” tutur Anisa.

Selain itu, Anisa juga membuktikan lewat aksi nyata bahwa perempuan bisa bersuara dan memberikan ide dalam forum-forum diskusi. Yakni ketika dia terpilih menjadi Peserta Lomba Sehari Jadi Menteri yang diadakan KPPPA dan Plan Internasional. Saat itu ia berperan sebagai Deputi Kesetaraan Gender.

Dalam video 3 menit tersebut, ia juga menyampaikan 4 poin penting harapan perempuan dunia. Yakni diberikan kesempatan yang sama, dilibatkan dalam pembuatan regulasi, diberikan peran yang setara dan diberi dukungan dan perlindungan.

Video tersebut ternyata mendapat apreasi baik dari Kemlu, terlebih oleh Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi. Beliau memilih langsung Anisa sebagai juara 1 dan mengapresiasi ide cemerlang dan pengalaman Anisa dalam menyuarakan kesetaraan gender.

Anisa juga diundang langsung oleh Menteri Retno di ruang kerjanya untuk memberikan hadiah, sekaligus berdiskusi langsung mengenai perempuan dan perdamaian. Selain itu juga mengenai isu kesetaraan gender di forum internasional. “Saya juga berdiskusi langsung dengan Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik, bapak Cecep dan Direktur HAM dan Kemanusiaan, Bapak Habib,” ceritanya.

Sebagai bentuk penghargaan, Kemlu memberikan hadiah kepada Anisa untuk berkesempatan berpartisipasi sebagai bagian dari Delegasi Indonesia pada pertemuan sidang PBB mendatang.

Anisa berharap semakin banyak lagi perempuan-perempun yang berani ambil peran dan diberikan kesempatan terutama dalam isu perdamaian. (tim)

Berita Lainnya

Polisi Tetapkan 1 Tersangka Penadah Motor Mahasiswi Unib Wina Mardiani

BENGKULU– Setelah melakukan penangkapan terhadap dua orang laki-laki, Senin (9/12) malam, akhirnya Rabu (11/12), penyidik ...

error: Content is protected !!