Kamis , 27 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Antrean Solar Mengular, Diduga Tak Tepat Sasaran

Antrean Solar Mengular, Diduga Tak Tepat Sasaran

ANTRE: Tampak antrean truk yang berebut membeli solar mengular sepanjang lebih 1,5 kilometer, Minggu (31/3). (foto : shandy/rb)

ARGA MAKMUR – Antrean solar yang di Kota Arga Makmur, Bengkulu Utara kembali terjadi, Minggu (31/3). Hal ini diduga lantaran penggunaannya yang tidak tepat sasaran. Pasalnya, antrean sampai lebih dari 1,5 kilometer di dua sisi jalan menuju pintu masuk SPBU ini justru didominasi oleh truk angkutan. Baik itu pertambangan galian C maupun angkutan kelapa sawit.

Pantauan RB, bahkan truk yang mengantre mulai dari saat SPBU kosong. Pengemudi rela memarkirkan truknya di depan SPBU sehingga mereka bisa langsung mendapatkan BBM jenis solar jika tangki Pertamina tiba mengisi BBM.

Sales Retail Pertamina Bengkulu, Arga Satya menuturkan, jika tidak ada pengurangan stok solar untuk BU. Pengiriman juga tetap dilakukan setiap berselang satu hari dan jumlah pengiriman dilakukan sesuai dengan stok yag ditetapkan oleh Badan Pengatur Hilir (BPH) Migas.

“Baik stok ataupun pengiriman tetap seperti biasanya. Tidak ada pengurangan ataupun keterlambatan pengiriman,” katanya, Minggu (31/3).

Namun ia menegaskan, BBM jenis bio solar tidak boleh digunakan oleh angkutan atau truk pertambangan baik itu Batu Bara (BB), galian C ataupun kelapa sawit. Bio solar hanya diperuntukkan bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dan kendaraan pribadi.

“Karena bio solar itu merupakan BBM yang masih disubsidi pemerintah dan sesuai aturan tidak boleh digunakan untuk kendaraan pertambangan,” terangnya.

Ia mengakui Pertamina melihat adanya pertambahan jumlah pembelian atau permintaan bio solar di BU. Namun ia meminta SPBU tetap pada regulasi dalam menjual BBM jenis solar sesuai dengan peruntukan yang diharuskan.

“Karena dalam menetapkan stok tentunya sudah dihitung sesuai dengan kebutuhan masyarakat jika memang pembelian sesuai dengan kategori masyarakat yang boleh membeli,” jelas Arga.

Sekadar mengetahui, sesuai dengan Perpres 191/2014 Tentang Penyediaan, Pendistribusian dan Harga Jual BBM Eceran, BBM jenis bio solar tidak boleh digunakan oleh kendaraan angkutan pertambangan dan perkebunan. Termasuk kendaraan dinas pemerintah kecuali ambulans dan mobil pemadam kebakaran.

Mereka yang boleh menggunakan adalah kendaraan milik pribadi dan angkutan umum masyarakat. Serta untuk kebutuhan UMKM, nelayan dan pertanian dalam skala kecil. (qia)

Berita Lainnya

Pedagang Mulai Ditertibkan

ARGA MAKMUR – Dinas Perdagangan Bengkulu Utara bekerjasama dengan Satpol PP mulai melakukan penertiban pedagang ...

error: Content is protected !!