Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Kaur / Bupati Minta Gubernur Turun Tangan

Bupati Minta Gubernur Turun Tangan

JALAN: Ini jembatan Air Manula penghubung Bengkulu–Lampung yang belum selesai dibangun. (foto : albertus/rb)

KOTA BINTUHAN – Pembangunan jembatan sepanjang 215 meter menghubungkan perbatasan Bengkulu dan Lampung tak kunjung selesai dibangun. Jembatan Air Manula yang lama kondisinya sudah lapuk. Jika putus, maka transportasi akan putus total. Tidak ada jalan alternatif lain yang bisa dilalui pengendara. Bupati Kaur Gusril Fauzi, S.Sos, M.AP meminta jembatan ini menjadi perhatian Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA. Supaya mempercepat pembangunan jembatan penghubung tersebut. Melobi intansi pusat terkait yang bertanggungjawab menyelesaikan pembangunan jembatan ini.

“Soal jembatan penghubung Lampung – Bengkulu yang ada di Kaur yang ada saat ini sudah sangat lapuk. Jadi kalau tidak ada segera selesai yakin saya jalur itu akan putus total. Untuk itu dalam waktu dekat saya akan meminta pak gubernur untuk memantau dan menjadikan pembangunan jembatan itu jadi prioritas,” kata Gusril Fauzi.

Untuk diketahui pembangunan jembatan sudah menelan dana kurang lebih Rp 168,1 miliar bersumber dari APBN. Saat ini kondisi jalan yang dibangun hingga menuju jembatan saja kondisinya sudah banyak yang rusak. Bahkan tergerus air disaat hujan. Belum lagi kondisi jembatan yang belum mempunyai lantai, hanya baru tiang dan kerangka jembatan yang selesai dipasang.

Sejauh ini belum diketahui proyek jembatan ini apakah dilanjutkan atau tidak. Pada hal kondisi jembatan yang lama nyaris putus. Warga Kaur sangat berharap tahun 2020 mendatang jembatan tersebut sudah bisa beroperasi.

Pembangunan jalan dan jembatan tersebut dimulai pada tahun 2013 yang lalu hingga tahun 2018. Kegiatan hanya berhenti di tahun 2015. Dengan rentang waktu 5 tahun lamanya pembangunan jalan dan jembatan menelan dana kurang lebih Rp 168,1 miliar.

Dari tahun 2013 hingga 2016 pekerjaan jalan dan jembatan tersebut menelan anggaran Rp 132,1 miliar. Sudah dikerjakan oleh dua perusahaan yaitu PT Nindya Karya (NK) dan PT Cahaya Tunggal Abadi (CTA). Kemudian pada tahun 2017, pekerjaan kembali dilanjutkan dengan dana Rp 36 miliar, hingga  tahun 2018. Pada hal dalam perencanaan awal jembatan dan jalan penghubung tersebut paling lambat tahun 2016 sudah beroperasi namun hingga 2019 belum juga rampung. (cik)

Berita Lainnya

Guru Jangan Bocorkan Soal Unas

KOTA BINTUHAN – Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kaur Endy Yulizar, mengingatkan guru supaya tidak membocorkan ...

error: Content is protected !!