Selasa , 23 April 2019
Home / Berita utama / Gubernur Rohidin Pasarkan Kopi Bengkulu di Ibukota

Gubernur Rohidin Pasarkan Kopi Bengkulu di Ibukota

TINJAU: Gubernur Bengkulu Dr. Rohidin Mersyah, MMA bersama Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayatullah Sjahid, MM melihat langsung perkebunan Kopi di Kepahiang, didampingi oleh Ir. Ricky Gunarwan.

TAK LAMA LAGI,  Pemprov Bengkulu akan menandatangani kesepakatan kerjasama dengan Pemprov DKI Jakarta. Sebagai langkah awal mempromosikan kopi Bengkulu. Jakarta merupakan pusat ekonomi Indonesia, yang nantinya akan mempermudah mempromosikan kopi Bengkulu baik nasional maupun internasional.

Dilansir dari buku profil Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, ada sekitar 520.404 hektare (ha)  lahan perkebunan rakyat di Provinsi Bengkulu. Diantaranya perkebunan kopi Robusta seluas 80.905 ha dengan produksi 54.367 ton. Ada sebanyak 62.372 kepala keluarga (KK) yang mengolah jenis kopi tersebut.  Selain kopi Robusta, di Bengkulu juga dibudidayakan kopi jenis Arabica dengan luas lahan 1.337 ha. Produksinya mencapai 678 ton yang dikelola oleh 1.708 KK.

“Aroma dan citarasa khas itu, dari kebun rakyat. Kepahiang merupakan salah satu kabupaten penghasil kopi terbaik di Provinsi Bengkulu. Ada puluhan ribu hektar, kebun kopi yang sudah turun temurun diolah oleh masyarakat,” ujar Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah yang saat ini gencar mempromosikan kopi Bengkulu.

Berdasarkan data produksi kopi perkebunan rakyat, menurut Rohidin,masih rendah jika dikalkulasi dengan luas lahan. Selain itu, banyak kebun rakyat statusnya belum jelas. Sehingga mereka terbatas melakukan pengembangan untuk peningkatan produksi. “Kita selaku pemerintah bersinergi, baik pemkab maupun pemprov terus berupaya menjadikan komoditas unggulan ini mempunyai nilai ekonomis yang terus naik, sehingga memberikan dampak kesejahteraan yang cukup signifikan,” bebernya.

Untuk meningkatkan produksi dan nilai kopi Bengkulu, maka perlu dilakukan edukasi dan pemberdayaan pada petani. Termasuk pembinaan hingga pengolahan pascapanen. Kemudian promosi serta perluasan pasar. Vietnam sebagai penghasil kopi terbesar kedua setelah Brazil, dahulu belajar perkopian dari Indonesia. “Kita miliki tanah yang subur, dan petani yang ulet. Bukan tidak mungkin, Kopi Bengkulu akan berjaya,” tuturnya opitimis.

“Tak lupa soal lahan yang telah dimanfaatkan masyarakat, melalui perhutanan sosial, insya Allah akan memperjelas statusnya. Agar pemanfaatannya bisa maksimal juga tanpa was-was,” sambungnya.

Ditambahkan Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunarwan, kopi Bengkulu merupakan salah satu produk unggulan pertanian. Yang promosinya terus gencar dilakukan ke beberapa daerah, bahkan disiapkan go internasional. Berbagai cara dilakukan Pemprov Bengkulu dalam hal ini Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu untuk mempromosikan kopi asli Bengkulu ini.

Dimana kopi asli Bengkulu yang sudah terkenal khas kenikmatannya itu, ada terdapat di beberapa kabupaten. Sebut saja kopi Robusta yang banyak diproduksi di Rejang Lebong maupun Kepahiang. Dengan ciri khas rasa yang berbeda dibandingkan dengan kopi dari daerah lainnya, kopi Bengkulu diharapkan bisa dikenal lebih luas oleh seluruh masyarakat Indonesia.

“Kopi Bengkulu yang mempunyai kualitas dan ciri khas rasa yang berbeda dari kopi yang lainnya, sudah kita kenalkan di Jakarya. Disambut antusias oleh Gubernur DKI Jakarta yang akan ditindaklanjuti dengan kerjasama,” kata Ricky.

Selain mempromosikan kopi Bengkulu, ia berharap kedatangannya beberapa waktu lalu ke Jakarta menjadi jembatan antara pengusaha kopi Bengkulu dan pengusaha kopi di Jakarta. Agar lebih mudah untuk memasarkan produk kopi Bengkulu. Lebih lanjut ia mengatakan, para pengusaha kopi maupun para petani kopi agar dapat lebih meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil panen kopinya. “Selama ini kopi Bengkulu kan banyak dipasarkan melalui daerah Lampung, jadi orang tahunya kopi Bengkulu itu kopi Lampung,” ungkapnya.

Sementara itu akademisi Hermen Malik saat menjadi narasumber acara Kampoeng Kopi Bengkulu di halaman Graha Pena RB belum lama ini, optimis kopi Bengkulu bisa go Internasional. Mengingat kopi di Bengkulu memiliki keistimewaan, dan karakter tersendiri serta banyak potensi tempat penghasil kopi yang kondisi geografis daerahnya cocok untuk tanaman kopi. Namun yang masih harus dibenahi saat ini, yaitu standarisasi pengolahan, branding geografis, hingga penggalian branding budaya.

“Kita belum ada standar jadi kalau ada misalnya 8 pengolah kopi maka kita punya 8 rasa juga kadang-kadang lebih. Ini perlu distandarisasi supaya orang bisa pesan sekaligus dari beberapa macam ini bisa disatukan,” jelasnya

Kemudian untuk branding geografis, menurut mantan Bupati Kaur, Bengkulu belum cukup kuat. Saat ini orang belum bangga minum kopi Bengkulu, dan ini menjadi PR bagi semua untuk menjadikan kopi Bengkulu lebih bernilai, dan membuat orang bangga saat minum kopi Bengkulu. “Jadi orang sekarang bukan hanya di rasa tapi di perasaan, karena harga itu akan tinggi kalau kita pakai perasaan. Kalau minum di starbucks orang merasa hebat, suatu saat kalau kita membawa tas isi kopi bengkulu kita merasa hebat. Inilah branding geografis,” jelasnya.

Begitu juga penggalian branding budaya untuk peningkatan nilai kopi, kata Hermen, bila minum kopi digabungkan dengan budaya maka nilainya akan lebih tinggi. Seperti halnya penyajian minuman teh di Jepang yang memadukan budaya tradisional Jepang. “Budaya juga penting, di Jepang kalau minum teh kalau biasa saja harganya cuma 4 Yen. Begitu disajikan dengan kimono harganya 80-100 Yen jenisnya sama. Kenapa tidak, coba kita menyajikan kopi pakai Sarapal Anam sehingga kopi kita harganya lebih tinggi,” demikian Hermen.

Ngopi Bareng Warga Kepahiang

BENTUK keseriusan dan komitmen Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah kepada petani kopi Bengkulu, ditunjukannya saat kunjungan kerja (kunker) di Kabupaten Kepahiang, Jumat (29/3). Gubernur didampingi Bupati Kepahiang, Hidayatullah Sjahid ikut mempraktikan cara memanen kopi hingga perlakuan pascapanen kopi yang baik.

Sebagai salah satu bentuk pembinaan dan motivasi kepada petani kopi Bengkulu. Dalam rangka meningkatkan produktivitas dan nilai jual kopi Bengkulu. “Ngopi bareng” pun dilakukan gubernur bersama masyarakat Sidorejo Kabawetan Kepahiang, sekaligus untuk mendengar keluh kesah petani secara langsung.

Gubernur juga melakukan penyerahan alat perkebunan dan pertanian. Hal ini dimaksudkan agar kedepan dapat membantu produksi perkebunan khususnya produksi Kopi. Ikut mendampingi Gubernur Bengkulu, Asisten I Setda Provinsi Bengkulu Hamka Sabri, Bupati Kepahiang Hidayatullah Sjahid, Wakil Bupati Kepahiang, Unsur FKPD, Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Bengkulu, Ir. Ricky Gunarwan, pejabat di lingkungan Pemprov Bengkulu dan Kabupaten Kepahiang.

Dikatakan gubernur, Pemprov Bengkulu selalu berkomitmen untuk mendongkrak produksi pertanian dan perkebunan. Juga sudah menjajaki dan menjalin hubungan kerjasama pemasaran kopi Bengkulu dengan Pemprov DKI Jakarta. “Kita lihat Produksi Kopi di Kepahiang sudah menyentuh 500 kilogram perhektar/tahun, ini sudah sangat baik peningkatannya. Kita akan segera menjalin kerjasama Pemasaran Kopi Bengkulu dengan DKI Jakarta,” ujar Rohidin.

Lanjutnya, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan juga sangat menyambut kerjasama ini karena kopi yang akan dipasarkan akan sangat membantu masyarakat. Juga sudah mengizinkan pendirian outlet Bencoolen Coffe di titik-titik strategis wilayah DKI Jakarta. “Kita akan ambil kopi dari masyarakat petani kopi yang ada di Bengkulu untuk nantinya mengisi outlet-outlet dan kerjasama dengan BUMD DKI Jakarta,” terangnya.

Perwakilan Kelompok Tani Kabawetan, Mukson menuturkan mereka sangat berterimakasih atas kehadiran Gubernur Bengkulu, Pemprov Bengkulu dan Pemkab Kepahiang. “Terimakasih atas kunjungan Pak Gubernur, dan perhatian pemerintah kepada kami petani di Kepahiang,” bebernya. (key)

Berita Lainnya

Golkar Diprediksi Rebut Kursi Ketua DPRD Provinsi

BENGKULU – Partai Golkar berpeluang mendapatkan kursi ketua DPRD Provinsi Bengkulu pada Pemilu 2019 ini. ...

error: Content is protected !!