Selasa , 23 Juli 2019
Home / Probis / Harga Pangan Masih Terkendali

Harga Pangan Masih Terkendali

Dody Budi Waluyo

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) memprediksi inflasi Maret 2019 masih terkendali. Berdasar hasil pemantauan harga sampai minggu keempat Maret, diperkirakan terjadi inflasi 0,14 persen (mtm); 0,39 persen (ytd); 2,51 persen (yoy).

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan, penyumbang inflasi Maret berasal dari bawang merah 0,13 persen; bawang putih 0,04 persen; angkutan udara 0,02 persen; cabai rawit 0,01 persen; dan air minum dalam kemasan (AMDK) 0,01 persen. ’’Dari sisi domestik relatif terjaga,’’ katanya akhir pekan lalu.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede menyatakan, inflasi Maret didorong kenaikan harga beberapa komoditas pangan. ’’Tapi, secara umum, harga pangan terkendali dengan langkah stabilisasi melalui koordinasi di berbagai daerah,’’ ujarnya kemarin (31/3).

Menurut dia, inflasi inti ditopang kenaikan tarif pesawat terbang serta biaya sewa rumah meski nilai tukar rupiah dan harga emas perhiasan cenderung stabil. ’’Secara keseluruhan, inflasi akan kembali meningkat memasuki bulan puasa dan Idul Fitri sekitar Mei–Juni,’’ jelasnya.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menyebutkan, beberapa faktor yang memengaruhi inflasi adalah bawang merah dan cabai yang sensitif terhadap cuaca hujan sehingga harganya naik sepanjang Maret. Harga komoditas lain seperti ayam dan telur justru menurun. ’’Tekanan dari sisi bahan makanan belum terlalu besar. Mungkin April jelang Ramadan harga baru naik,’’ ungkapnya kemarin.

Inflasi inti diperkirakan bergerak rendah sebagai indikator belum terdorongnya konsumsi rumah tangga. ’’Saat pemilu dan jelang Ramadan, baru nanti kami cek apakah konsumsi rumah tangga naik di atas ekspektasi dan mendorong inflasi (demand-pull, Red),’’ ucapnya.

Menjelang pemilu, pasti harga BBM dan tarif listrik subsidi tidak naik. Tekanan dari sisi transportasi udara tetap terasa karena bagasi berbayar dan tarif pesawat masih mahal meski harga avtur turun. ’’Justru April biaya angkutan bisa turun setelah Lion menurunkan tarif,’’ tuturnya.

Ekonom Asian Development Bank Institute (ADBI) Eric Sugandi menjelaskan, tekanan inflasi Maret dan April datang dari belanja pemerintah dan parpol berkaitan dengan hajatan demokrasi. ’’Inflasi secara keseluruhan bisa tertekan oleh penurunan harga beras dan bumbu-bumbu yang memasuki panen April,’’ paparnya.(nis/c14/oki)

Berita Lainnya

Sirion Special Edition di GIIAS 2019

Yang Segar di Booth Daihatsu 2019, Sirion Special Edition

TANGERANG – Daihatsu kembali unjuk gigi dalam pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show ...

error: Content is protected !!