Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Lebong / Inspektorat Evaluasi DAK Fisik Rp 74 Miliar

Inspektorat Evaluasi DAK Fisik Rp 74 Miliar

PELABAI – Tahun ini Inspektorat Kabupaten Lebong akan melakukan mengevaluasi seluruh kegiatan yang sumber dananya berasal dari Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang fisik. Evaluasi itu dilakukan sebelum DAK dimanfaatkan atau digunakan oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). ‘’Tentunya kami akan meminta seluruh data kontrak seluruh DAK fisik yang telah diterima sebelum berakhirnya masa penyaluran tahap pertama,’’ tegas Sekretaris Inspektorat Kabupaten Lebong, Andi Febriansyah, SE.

Jika sampai tidak dilaporkan, dipastikannya dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) itu tidak akan bisa dicairkan. Soalnya hasil evaluasi Inspektorat terhadap penggunan DAK fisik akan dilaporkan ke Kantor Pelayanaan Perbendaharaan Negara (KPPN) sebagai salah satu syarat transfer ke rekening daerah. ‘’Harapan kami seluruh OPD teknis pelaksana DAK fisik bersikap kooperatif,’’ ungkap Andi.

Evaluasi DAK fisik oleh Inspektorat itu diamanahkan dalam Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2018 tentang Petunjuk Teknis DAK Fisik. Termasuk Peraturan Menteri Keuangan Nomor 121/PMK.07/2018 tentang Pengelolaan Transfer Ke Daerah dan Dana Desa (DD). Evaluasi itu merupakan salah satu bentuk bantuan kepada pemerintah daerah dalam menyajikan laporan yang baik dan benar sesuai ketentuan. ‘’Sebagai realisasinya, kami telah membuat surat yang nantinya akan terlebih dahulu disetujui oleh pimpinan dalam hal ini Sekretaris Kabupaten Lebong,’’ papar Andi.

Selanjutnya, Inspektorat melayangkan surat pemberitahuan kepada masing-masing OPD penerima DAK fisik agar segera menyampaikan seluruh dokumen yang dibutuhkan. Tidak dipungkirinya, DAK fisik Lebong tahun ini ditambah Rp 26 miliar. Total keseluruhan mencapai  Rp 74 miliar. ‘’Tahun 2018 Lebong hanya terima DAK fisik senilai Rp 47,8 miliar,’’ tukas Andi.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Lebong, Ir. Eddy Ramlan, M.Si menyampaikan, DAK fisik paling banyak dialokasikan untuk bidang pendidikan, bidang jalan dan bidang pariwisata. Bidang pendidikan Rp 22,5 miliar, bidang jalan Rp 22,3 miliar dan bidang pariwisata Rp 3,5 miliar. Selebihnya menyebar hamper ke seluruh OPD. ‘’Kami harap ketiga bidang yang menerima DAK fisik paling besar itu bisa memanfaatkannya secara maksimal,’’ pungkas Eddy. (sca)      

Berita Lainnya

Anggota Linmas MD Usai Pemilu

LEBONG SELATAN – Jika Kepahiang belakangan ini dihebohkan dengan ketua ranting partai politik (parpol) yang ...

error: Content is protected !!