Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Karyawan Tambang Nyaris Bentrok

Karyawan Tambang Nyaris Bentrok

BATAL TURUN: Alat berat yang ada di lokasi tambang PT BMQ batal turun karena dihalangi pihak dari kubu Nurul Awaliyah selaku pemegang putusan MA. (foto: fintah/rb)

BENTENG – Karyawan tambang di lokasi pertambangan batu bara PT Bara Mega Quantum (BMQ), Minggu (31/3) nyaris bentrok dengan karyawan alat berat yang selama ini sebagai sub kontraktor dan beroperasi di lokasi tambang. Hal ini, karena pemilik alat berat melalui beberapa orang anak buahnya di lokasi tambang, ingin mengeluarkan alat berat pascaadanya putusan dari Mahkamah Agung (MA) yang memenangkan kubu Nurul Awaliyah sebagai pemilik sah tambang. Sementara alat berat sebelumnya bekerja pada pemilik yang dikalahkan melalui putusan MA.

Branch Manager PT BMQ, Eka Nurdiyanti saat dikonfirmasi mengaku, pihaknya memang melarang alat tersebut keluar dari tambang. “Karena saat ini kami telah memasukkan laporan mengenai illegal mining,” terangnya.

Dijelaskannya, alat berat tersebut menjadi alat bukti dari laporan yang sudah disampaikan ke pihak kepolisian dan saat ini masih dalam proses pengusutan. Eka berharap, di lokasi tambang yang juga masih dalam keadaan belum aktif, apalagi setelah adanya surat tembusan dari Ombudsman RI yang melarang adanya aktivitas tambang, diharapkan semua pihak yang terkait dengan tambang dapat mengikuti saran Ombudsman tersebut. Apalagi hal ini juga telah dilaporkan selain ke Polda Bengkulu, juga dipantau oleh Mabes Polri. “Kalau ada perintah dari Polda untuk keluarkan alat kami akan mentaatinya,” ujarnya.

Hingga sore Minggu (31/3), alat berat akhirnya tidak jadi dikeluarkan. Namun, untuk menjaga keamanan pihak berwajib masih menjaga di lokasi tambang.

Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP. Ariefaldi Warganegara, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim, AKP. M Jufri, S.SIK mengaku, pihaknya masih menjalankan misi pengamanan di lokasi tambang untuk mencegah terjadinya keributan yang dapat merugikan semua pihak. “Petugas di lapangan untuk memastikan kondisi tetap aman,” demikian Kasat. (vla)

Berita Lainnya

4.194 Pelajar SD/SMP Ikuti Unas

BENTENG – Hari pertama ujian nasional (Unas) tingkat SD/SMP Senin (22/4) diikuti 4.194 pelajar. Rinciannya ...

error: Content is protected !!