Rabu , 11 Desember 2019
Home / Metropolis / Negosiasi Lahan Jalan Tol Dimulai

Negosiasi Lahan Jalan Tol Dimulai

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Gubernur Bengkulu, Dr. H. Rohidin Mersyah, sudah menandatangani SK Tim Persiapan Pembebasan Lahan Jalan Tol, penghubung Bengkulu-Palembang. Tim ini bertugas memfasilitasi pembebasan tanah masyarakat yang akan masuk dalam rencana lokasi jalan tol.

Saat ini warga sudah mengetahui jika tanahnya terpakai untuk jalan tol tersebut. Secara garis besar warga mendukung pembangunan jalan tol yang akan membuka akses Provinsi Bengkulu dengan Provinsi lain di timur Sumatera. “Tadi saya baru menandatangani tim pembebasan lahan,” kata Rohidin.

Walaupun Pemprov baru membentuk tim pembebasan lahan, PT Hutama Karya sebagai pelaksana ternyata sudah bertemu dengan warga untuk membahas pembebasan lahan tersebut. Melalui pendekatan seperti itu diharapkan proses pembebasan lahan akan berjalan lancar. Sesuai dengan rencana, pembebasan lahan ini akan selesai di bulan Juni. “Target kita Juni ini akan selesai,” kata Rohidin Mersyah.

Sementara itu Kepala Biro Pembangunan Provinsi Bengkulu, Taufik Adun menjelaskan kalau hari ini (1/4), panitia persiapan pembebasan lahan akan bertemu. Untuk membahas persiapan pembebasan lahan jalan tol tersebut. Panitianya terdiri dari Kota Bengkulu dan juga Bengkulu Tengah dan juga dari unsur kementerian terkait. “Hari ini kita akan rapat untuk membahas masalah persiapan pembebasan lahan ini,” terang Taufik Adun.

Dia mengatakan, tugas tim ini untuk menetapkan warga terdampak pembangunan (WTP) jalan tol  tersebut. Dari data WTP tersebut, kemudian gubernur akan mengeluarkan SK Penetapan Lokasi (Penlok) jalan tol. Setelah itu barulah kemudian dibentuk tim pembebasan lahan yang akan diketuai oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

BPN ini nanti akan bekerjasama dengan tim appraisal menentukan harga tanah warga tersebut. “Karena BPN yang tahu nilai jual objek pajak (NJOP) tanah itu,” terangnya. Dia mengatakan untuk data warga yang tanahnya terkena pembangunan jalan tol ini sudah diketahui. Nantinya pembebasan lahan itu dengan nilai kewajaran. “Kalau datanya sudah ada di Biro Pemerintahan,” terangnya.

Pembangunan jalan Tol Bengkulu-Palembang ini terintegrasi dalam tol trans Sumatera. Mulai dari Bengkulu-Lubuklinggau, Muaraenim, hingga tembus ke simpang Indralaya, Sumatera Selatan. Dari Aceh hingga Lampung. Bengkulu-Palembang punya panjang ruas tol secara keseluruhan mencapai 329,3 kilometer. Dengan biaya investasi mencapai Rp 75,61 triliun dan masa konsesi selama 4 tahun.

Koridor pendukung pembangunan jalan tol ini dibagi atas Palembang-Simpang Indralaya, 22 kilometer, simpang Indralaya-Muaraennim 119 Kolometer, Muaraenim Lubuklinggau sepanjang 114 kilometer. Terakhir Lubuk Linggau-Bengkulu 95,8 kilometer. Taufik Andun mengatakan untuk tahap awal, titik nol pembangunan jalan tol di Provinsi Bengkulu ini dimulai dari Kelurahan Betungan. Dimana akan menuju ke Taba Penanjung, Bengkulu Utara. Sepanjang 17 kilometer.

Ruas Lubuklinggau – Curup – Bengkulu memiliki panjang 95,8 Km dan terdiri dari 3 seksi. Badan usaha jalan tol harus bertanggungjawab untuk melaksanakan pengusahaan jalan tol yang meliputi pendanaan, perencanaan teknik, pelaksanaan konstruksi, pemngoperasian dan pemeliharaan sesuai pada ketentuan dalam perjanjian perundang-undangan.

Selain tanah masyarakat, tanah Pemda Provinsi Bengkulu juga akan terkena dampak pembangunan jalan tol ini, sepanjang 95,8 kilometer ini. Sebagai wujud dukungan Pemerintah Provinsi Bengkulu menghibahkan  tanah tersebut. Kemudian tanah masyarakat akan diganti untung. “Itu nanti bagian aset yang akan mengurusi proses hibahnya,” terangnya.(del)

Berita Lainnya

Tiga Bulan Sebelum Jatuh Tempo Bisa Bayar Pajak Kendaraan

BENGKULU – Pemerintah Provinsi Bengkulu melalui surat edaran Nomor 973/4590/BpkD/2019 memberi kemudahan terhadap pengguna kendaraan ...

error: Content is protected !!