Kamis , 25 April 2019
Home / Metropolis / 270,98 Ha Lahan Harus Dibebaskan

270,98 Ha Lahan Harus Dibebaskan

BENGKULU – Pembangunan tol pertama di Bengkulu diawali dari seksi Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 kilometer, Simpang Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Untuk kebutuhan tanah diperlukan sekitar 270,98 hektare area lahan.

Hal itu disampaikan perwakilan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kasubdit Pengadaan Lahan Direktorat Jalan Bebas Hambatan, Perkotaan dan Fasilitas Jalan Daerah, Ir. Sri Sadono, MT saat rapat tim persiapan pembebasan lahan, Senin (1/4) di Ruang Pola Pemprov Bengkulu. “Berdasarkan dokumen perencanaan jalan tol pertama ini melewati 1 kota dan 1 kabupaten. Ada 17 Km melalui 5 kecamatan dan 6 desa 1 kelurahan,” ujar Sri.

Kecamatan dilewati, yaitu Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, dan selebihnya kecamatan berada di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Terdiri dari Kecamatan Talang Empat dengan desa yang dilalui yaitu Air Sebakul, Padang Ulak Tanjung, dan Jumat. Kemudian Kecamatan Karang Tinggi dengan desa dilalui yaitu Desa Penanding, Kecamatan Taba Penanjung yaitu Desa Sukarami, dan Kecamatan Semidang Lagan yaitu Desa Lagan.

“Kebutuhan tanah sekitar 270,98 hektare, dan 90 persen lebih terdiri dari kebun sawit, belukar, kebun. Bangunan hanya 0,28 persen dengan kondisi ini saya berharap pembebasan lebih cepat selesai,” imbuhnya.

Lanjutnya, dari perkebunan sawit yang dilalui terdapat milik perusahaan, perusahaan negara PTPN dan perusahaan swasta PT Agri Andalas. Sehingga tim diharapkan dapat memulai lebih dulu dengan kedua perusahaan ini, khususnya PTPN.

Ketua Tim Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, Hamka Sabri menerangkan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 Tentang Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum, ada 4 tahapan. Meliputi, perencanaan, persiapan, pelaksanaan dan penyerahan hasil. “Saat ini tahapan pengadaan tanah untuk jalan tol sudah masuk ke ranah tim persiapan pengadaan tanah,” katanya.

Tugas dari Tim Persiapan Pengadaan Tanah Bagi Pembangunan Untuk Kepentingan Umum ini, hasilnya mengeluarkan izin Penetapan Lokasi (Penlok) lahan yang akan digunakan untuk pembangunan. Output dari tim, mengeluarkan izin Penlok yang nantinya berupa SK penetapan oleh gubernur. Sebelumnya tim harus melakukan sosialisasi dan pendataan awal dengan turun ke lapangan.

“Tugas tim persiapan sosialisasi baik melalui media maupun secara langsung tatap muka dengan WTP (Warga Terdampak Pembangunan). Memastikan luas lahan, ganti tanam tumbuh, dan lain-lain sehingga ketika pelaksanaan semua clear,” bebernya. (key)

Berita Lainnya

Jelang Mutasi, Pejabat Pemkot Dikumpulkan

BENGKULU – Secara mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd Rabu (24/4) pagi memanggil ...

error: Content is protected !!