Sabtu , 20 April 2019
Home / Breaking News / Terlahir dengan Benjolan Dikepala Umairah Butuh Uluran Tangan

Terlahir dengan Benjolan Dikepala Umairah Butuh Uluran Tangan

BUTUH ULURAN TANGAN : Umairah bayi mungil dengan benjolan di kepala saat ini tengah membutuhkan bantuan untuk pengobatan.

BENGKULU – Seorang bayi yang diberi nama Umairah (6 hari) warga Desa Talang Curup, Lubuk Durian, Bengkulu utara (BU) terlahir dalam kondisi abnormal. Buah hati pasangan Irawan (33) dan Teti Kurnia (32) merupakan pasien rujukan dari RS Argamakmur Bengkulu Utara ke RSUD M Yunus Bengkulu.

Irawan ketika ditemui di RSMY menceritakan, jika anaknya lahir pada 26 Maret 2019 di RS Argamakmur. Proses persalinan terpaksa harus dilakukan sesar lantaran tidak memungkinkan dilahirkan secara normal. Saat dikandungan, mereka tak mengetahui jika ternyata anaknya ada kelainan.

Saat Umairah lahir dengan berat 2,9 kg, mereka kaget mendapati kondisi anaknya ada yang tidak normal. Pada bagian atas kepala anaknya terdapat benjolan yang cukup besar. Nyaris sama dengan ukuran kepala bayinya. “Kalau dari keterangan tim medis katanya ada kelainan syaraf otak,” kata Irawan.

Berdasarkan keterangan dari pihak rumah sakit, Umaira juga harus dirujuk kee Jakarta untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut. Namun, hal tersebut membuat orangtuanya hanya bisa tertunduk. Pasalnya mereka tak ada biaya untuk membawa anaknya itu berobat ke Jakarta.

Bahkan saat dirujuk dari Argamakmur ke RSMY saja atas bantuan dari teman-teman dan kerabatnya lantaran ketiadaan biaya. Dia berharap ada pihak dermawan yang ingin membantu meringankan bebannya.

Untuk yang ingin membantu bisa datang ke RSMY atau juga melalui rekening BCA 179-00-0049-704-5 atas nama Irawan. “Saya ingin sekali anak saya bisa sembuh, namun terus terang saja saya tidak ada biaya. Saya tinggal juga masih menumpang di rumah keluarga,” tutur Irawan. (zie)

Berita Lainnya

Macet, Pohon Tumbang di Jalan Lintas Padang Panjang

KOTA MANNA – Hujan deras yang mengguyur Kota Manna Jumat (19/4) malam sekitar pukul 22.30 ...

error: Content is protected !!