Sabtu , 20 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Modus Berikan Pelajaran Tambahan Gratis, Oknum Guru Les Cabuli 8 Orang Murid SD

Modus Berikan Pelajaran Tambahan Gratis, Oknum Guru Les Cabuli 8 Orang Murid SD

BATIK NAU- Rabu (3/4) Polres Bengkulu Utara menggelandang SW (44) warga Kecamatan Batik Nau Bengkulu Utara  ke sel tahanan Mapolres.  SW ditengarai mencabuli 8 orang murid SD yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Pencabulan ini diduga sudah dilakukan SW sejak setahun terakhir dengan modus menjadi guru les.

SW dikenal sebagai orang yang kerap memberikan les bagi anak-anak yang menjadi korbannya. Ia biasa datang ke rumah-rumah anak tersebut untuk  mengerjakan Pekerjaan Rumah (PR) atau saat mendekati ulangan tanpa bayaran.  Perbuatan ini sama sekali tidak dicurigai oleh orangtua korban. Apalagi pelaku di desanya juga dikenal sebagai orang yang baik. Saat orangtua korban lengah atau rumah kosong, korban melakukan perbuatan cabul tersebut.  Tak hanya anak tetangganya, pelaku mengakui jika ia pernah nyaris mencabuli anaknya sendiri.

Anak-anak tersebut tidak menyadari jika perbuatan yang dilakukannya pelakuadalah perbuatan cabul . Korban tak langsung melaporkan perbuatan tersebut pada orangtuanya. Rata-rata korban yang mengalami pencabulan tersebut dari 8 hingga 12 tahun.

Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM Melalui Kasat Reskrim AKP. M Jufri, S.IK menuturkan jika perbuatan ini terungkap saat para korbannya memanggil pelaku dengan sebutan “Pakde Kanji”. Hal ini jelas membuat curiga orangtua korban dan “menginterogasi” anaknya  masing- masing.  “Setelah mengetahui jika pelaku melakukan perbuatan cabul, orangtua langsung melapor pada kami dan kami langsung melakukan penangkapan,” tegas Kasat.

Bedasarkan pengakuan pelaku sudah ada 8 orang anak yang menjadi korbannya. Namun sampai saat ini baru 5 orang yang melapor.  Versinya pelaku hanya menggerayangi tubuh korbannya tanpa melakukan persetubuhan.  “Namun para korban akan kita visum untuk memastikan kondisinya. Tentunya kita berharap anak-anak kita tidak menjadi korban terlalu jauh atas perbuatan pelaku ini,” ujar Kasat.

Pelaku mengakui jika perbuatannya tersebut dilakukan pada korban lantaran ia merasa nafsu yang berlebihan dan seperti tak sadar melakukannya. Bahkan hal yang sama juga nyaris dilakukan pada anak kandungnya sendiri yang berumur 4 tahun.  “Kita masih mengembangkan, kemungkinan korbannya sudah banyak. Adapun kegiatannya sebagai guru les, kita menduga itu hanya modus untuk mendekati para korban,” pungkas Jufri. (qia)

Berita Lainnya

Macet, Pohon Tumbang di Jalan Lintas Padang Panjang

KOTA MANNA – Hujan deras yang mengguyur Kota Manna Jumat (19/4) malam sekitar pukul 22.30 ...

error: Content is protected !!