Selasa , 23 Juli 2019
Home / Berita utama / Bengkulu Masih Rawan Rubella

Bengkulu Masih Rawan Rubella

BENGKULU – Walaupun sudah dilakukan imunisasi masal vaksin Measless Rubella (MR) sejak tahun 2018 lalu, Bengkulu bisa saja rawan diserang virus mematikan yang bisa menyebabkan kecacatan  tersebut. Tahun lalu ditemukan 2 kasus positif Rubella. Yakni di Kabupaten Rejang Lebong dan Seluma. Tahun ini kembali ditemukan suspect penyakit Rubella yang diduga menyerang bayi Seftian Joreski berumur 7 bulan. Namun Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu belum bisa memastikan bayi itu postif Rubbela. Sebab penyakit yang diderita oleh buah hati pasangan Diki Suriadi (24) dan Winda (20), warga Desa Sekalak Kecamatan Seluma Utara Kabupaten Seluma itu harus diteliti lebih lanjut.

“Tahun 2018 ada 2 kasus positif, di Kabupaten Rejang Lebong dan Seluma. Untuk yang di Seluma tahun ini masih diduga, perlu dipastikan lagi dengan pengecekan lebih lanjut,” ujar Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu Herwan Antoni.

Untuk mengantisipasi penyebaran virus Rubella, sambungnya, dengan memberikan kekebalan pada tubuh melalui pemberian imunisasi dengan vaksin MR,  dimana tahun lalu sudah dilaksanakan serentak secara nasional. Untuk tahun ini imunisasi MR dijadikan program rutin puskesmas, posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya. Sebagai lanjutan dari program nasional tahun lalu. Dengan harapan agar masyarakat yang belum memberikan vaksin MR kepada anaknya dapat membawa anaknya untuk diberikan imunisasi vaksin MR.

“Tahun ini dilaksanakan rutin di posyandu maupun fasilitas kesehatan lainnya. Harapan kita kepada masyarakat terutama memiliki anak yang usia 9 bulan sampai kurang dari 15 tahun, agar dapat diberikan imunisasi MR,” terang Herwan Antoni.

Sedangkan kasus di Kabupaten Seluma yang diduga menyerang bayi usia 7 bulan, menurutnya,  bisa jadi bayi tersebut tertular pada saat dalam kandungan ketika ibunya hamil. Mengingat ibu hamil yang tidak mendapatkan imunisasi juga bisa tertular virus MR sehingga ikut berakibat pada anak yang dikandungnya. Dapat menyebabkan keguguran atau kecacatan pada bayi yang dilahirkan.

Kecacatan tersebut dikenal sebagai Sindroma Rubella Kongenital. Diantaranya meliputi kelainan pada jantung dan mata, ketulian dan keterlambatan perkembangan. Tidak ada pengobatan untuk penyakit rubella, namun penyakit ini dapat dicegah. “Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakik Rubella,” demikian Herwan.  (key)

Berita Lainnya

Sirion Special Edition di GIIAS 2019

Yang Segar di Booth Daihatsu 2019, Sirion Special Edition

TANGERANG – Daihatsu kembali unjuk gigi dalam pameran otomotif bergengsi Gaikindo Indonesia International Auto Show ...

error: Content is protected !!