Senin , 16 September 2019
Home / Daerah / Bengkulu Selatan / Berantas Penjualan Baby Lobster, Danlanal Kunjungi Bengkulu Selatan

Berantas Penjualan Baby Lobster, Danlanal Kunjungi Bengkulu Selatan

BABY LOBSTER : Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) M. Andri Wahyu Sudrajat  didampingi Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE, MM, saat melakukan sosialisasi terkait larangan penangkapan baby losbter pada nelayan Pasar Bawah di lokasi pelelangan ikan (TPI) Pasar Manna. (foto : rio/rb)
KOTA MANNA – Sebagai salah satu daerah yang banyak mengkonsumsi baby lobster dan penjualan ilegal, Bengkulu Selatan menjadi daerah yang mendapatkan perhatian khusus dari Lanal Bengkulu. Kamis (4/4), secara khusus Danlanal Bengkulu Letkol Laut (P) M. Andri Wahyu Sudrajat  sosialisasikan larangan penangkapan benih Lobster pada nelayan Pasar Bawah di lokasi pelelangan ikan (TPI) Pasar Manna.
Danlanal mengajak pihak Pemkab Bengkulu Selatan untuk bersama- sama mengawasi penjualan dan penangkapan baby lobster dan hasil laut yang dilarang ditangkap atau diperjual belikan.  “Kunker dalam rangka silahturahmi dan sosialisasikan yang saat ini sedang menjadi trending yakni penjualan ilegal baby lobster. Nah, kita sosialisasikan hal ini kepada nelayan dan sebagai tindakan kami akan melakukan razia alat tangkap,” ujar Danlanal.
Dikatakan Danlanal, pihaknya   akan terus melakukan pengawasan. Sebab, boleh dikatakan Provinsi Bengkulu ini termasuk salah satu produsen dari baby lobster.  “Maka dari itu kami harap Pemkab Bengkulu Selatan khususnya dinas teknis dapat berperan serta dalam hal ini sehingga nantinya tidak ada nelayan yang tersandung masalah hukum karena menjual baby lobster ini,” pungkas Danlanal.
Plt Bupati Bengkulu Selatan, Gusnan Mulyadi, SE, MM menyambut baik kedatangan rombongan Lanal Bengkulu dalam rangka kunker dan silaturahmi. “Kami sangat bangga mendapatkan kunjungan dari pihak Lanal Bengkulu. Selama kunjungan kami meninjau tempat pelelangan ikan dan muara pantai Pasar Bawah serta pengepul ikan di wilayah pantai Pasar Bawah,” ujar Gusnan.
Diketahui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting dan Rajungan dari Wilayah Negara Republik Indonesia. Pasal 7 yang mengatakan setiap orang dilarang menjual benih lobster untuk dibudidaya. (tek)

Berita Lainnya

Simulasi Pengamanan Mako

KOTA MANNA – Dalam rangka pengamanan Mako Polres Bengkulu Selatan (BS), seluruh anggota mengikuti kegiatan ...

error: Content is protected !!