Kamis , 25 April 2019
Home / Breaking News / Di Seluma Ada 68 Desa Diduga Selewengkan Dana Desa

Di Seluma Ada 68 Desa Diduga Selewengkan Dana Desa

SELUMA – Setidaknya ada 68 desa tersandung perkara realisasi Dana Desa (DD). Sebanyak 16 diantaranya berpotensi terjerat hukum atas sangkaan melakukan korupsi Dana Desa.  Hal ini disampaikan  Asisten I Sekretariat Daerah (Setda) Seluma, Mirin Ajib, SH, MH saat membuka rapat kordinasi (rakor) pendamping desa, Kamis (4/4).

Dijelaskan Mirin, 68 desa yang bermasalah terhadap realisasi DD ini terjadi di tahun 2018 yang laporannya akan diproses tahun 2019. Diharapkannya realisasi Dana Desa tahun 2019 ini tidak ada lagi pelanggaran ataupun penyimpangan ‘’Tidak perlu saya sebutkan desa mana saja. Namun saya harap ini menjadi pelajaran bagi kades agar dalam realisasi Dana Desa tahun 2019 lebih fokus dalam merealisasikan semua dana desa yang telah dialokasikan tersebut,’’ tandas Mirin.

Untuk 16 desa yang berpotensi terjerat hukum lanjut Mirin, saat ini tengah dilakukan audit khusus oleh Inspektorat Seluma. Pelanggaran yang dilakukan menyangkut realisasi Dana Desa yang tidak sesuai dengan realisasi fisik yang dibangun. Sehingga menjadi temuan saat dilakukan audit oleh Inspektorat Seluma.

‘’Oleh karena itu saya harapkan dengan adanya pendamping desa ini dapat memberikan kontribusi bagi desa dalam merealisasikan Dana Desa.  Ke depan tidak ada lagi desa yang tersandung perkara Dana Desa.  Semua dana desa dapat terserap sesuai yang telah direncanakan,’’ ujarnya.

Di tahun 2019 ini telah disiapkan anggaran dana desa Rp 53 miliar oleh pemerintah pusat. Anggaran yang gelontorkan pemerintah tersebut fokus untuk pembangunan infrastruktur desa guna menunjang peningkatan kesejahteraan masyarakat desa.   ‘’Besaran Dana Desa  yang diterima tiap desa bervariasi, sesuai dengan kondisi dan keadaan desa. Khusus desa pedalaman akan menerima Dana Desa lebih besar,’’ kata Mirin.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberbedayaan Masyarakat Desa (PMD), Saparudin, S.Pd mengatakan terus memberikan terobosan bagi desa dalam realisasi Dana Desa agar lebih transfaran. Salah satunya mencantumkan RAPB-Des di baliho agar masyarakat mengetahui rencana realisasi Dana Desa.

‘’Baliho tersebut dipasang di kantor desa agar semua mengetahui sehingga secara tidak langsung masyarakat ikut dilibatkan dalam pengawasan realisasi Dana Desa ini,’’ demikian Saparudin.(aba)

Berita Lainnya

#Cari_aman Dulu, Baru Naik Motor

BENGKULU – #Cari_aman baru naik motor merupakan tema yang diangkat oleh Safety Riding Astra Motor ...

error: Content is protected !!