Senin , 22 April 2019
Home / Metropolis / Hindari Polemik Pembebasan Lahan Tol

Hindari Polemik Pembebasan Lahan Tol

Hamka Sabri

BENGKULU – Mengantisipasi polemik pembebasan lahan jalan tol Bengkulu-Lubuklinggau, tim persiapan pengadaan lahan melibatkan Warga Terdampak Pembangunan (WTP) saat verifikasi di lapangan. Ada 270,98 hektare (Ha) lahan yang harus dibebaskan.  Dengan jumlah pemilik mencapai kurang lebih ratusan orang untuk trase pertama.

Ketua Tim Persiapan Pengadaan Lahan Hamka Sabri mengatakan selain sosialisasi tatap muka dengan WTP di Kota Bengkulu dan Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), pada saat verifikasi data lapangan WTP juga akan dilibatkan langsung. Ini sebagai upaya antisipasi untuk mencegah terjadi polemik termasuk bila nantinya ada saling klaim kepemilikan lahan maupun tanam tumbuh.

“Tim kita ada sekitar 40 orang anggota, nanti akan dibagi-bagi menjadi tim kecil untuk turun ke spot-spot yang juga nanti akan dibagi. Kalau kerjanya serentak bisa cepat selesai,” ujar Asisten 1 Setdaprov Bengkulu.

WTP nantinya akan diminta untuk menunjukan bukti kepemilikan tanah atau lahan sebagai bukti kepemilikan yang sah. Nantinya WTP juga akan diminta menandatangani surat pernyataan bahwa lahan tersebut memang benar miliknya dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Dari data WTP di dokumen perencanaan akan diverifikasi lagi. Bisa jadi jumlah WTP lebih dari yang ada di dokumen perencanaan, atau bisa jadi kurang. Tergantung verifikasi di lapangan nanti,” bebernya.

Hamka menambahkan sosialisasi dengan WTP akan dimulai 8-10 April. Dibagi 3 tempat, yaitu tanggal 8 di Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, lalu tanggal 9 di Talang Empat untuk Kecamatan Semidang Lagan dan Talang Empat, dan tanggal 10 April di Taba Penanjung dan Karang Tinggi. “Output dari tim persiapan pengadaan lahan ini izin penetapan lokasi (penlok), nanti setelah semua tuntas kita sampaikan ke gubernur untuk ditetapkan melalui SK Gubernur Bengkulu,” jelas Hamka.

Pembangunan tol pertama di Bengkulu diawali dari seksi Taba Penanjung-Bengkulu sepanjang 17,6 km, Simpang Betungan Kota Bengkulu ke Taba Penanjung Kabupaten Benteng. Berdasarkan dokumen perencanaan juga, jalan tol pertama ini melewati 1 kota dan 1 kabupaten dengan melalui 5 kecamatan dan 6 desa 1 kelurahan.

Kecamatan dilewati, yaitu Kelurahan Betungan Kecamatan Selebar Kota Bengkulu, dan selebihnya kecamatan berada di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Terdiri dari Kecamatan Talang Empat dengan desa yang dilalui yaitu Air Sebakul, Padang Ulak Tanjung, dan Jumat. Kemudian Kecamatan Karang Tinggi dengan desa dilalui yaitu Desa Penanding, Kecamatan Taba Penanjung yaitu Desa Sukarami, dan Kecamatan Semidang Lagan yaitu Desa Lagan.

“Undangan sosialisasi sudah tim mulai sebarkan. Kita juga berkoordinasi dengan Pemkot Bengkulu dan Pemkab Benteng dalam hal persiapan pengadaan lahan untuk jalan tol trase pertama ini,” sambung Plt Kepala Biro Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdaprov Bengkulu Drs. Edy Junaidi, MPA

Edy juga menambahkan peran camat dan kades/lurah di lokasi terkena pembangunan jalan tol sangat penting. Tidak hanya saat sosialisasi dengan WTP, tapi juga pada saat verifikasi di lapangan. Selain itu nantinya, camat, kades/lurah juga merupakan ujung tombak dari pelaksanaan pembebasan. “Yang lebih tahu warganya itu kan camat, kades atau lurahnya karena itu mereka juga masuk dalam tim persiapan pengadaan lahan untuk jalan tol,” demikian Edy.(key)

Berita Lainnya

Porwil Kian Dekat, Rehab Venue Dikebut

BENGKULU – Pelaksanaan Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) ke X se Sumatera semakin dekat. Dimana Bengkulu ...

error: Content is protected !!