Senin , 22 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / KPI Temukan 6 Kasus Anak

KPI Temukan 6 Kasus Anak

KOORDINASI: KPI Benteng berkoordinasi terkait pencegahan dan penanganan kasus kekerasan terdahap perempuan di Benteng. (foto: fintah/rb)

BENTENG – Masih banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kabupaten Benteng, termasuk diantaranya kasus perkawinan di usia anak. Hal ini juga yang mendasari Koalisi Perempuan Indonesia ( KPI ) Kabupaten Benteng, mendorong supaya adanya peraturan yang dapat menjadi payung hukum untuk menghentikan praktek perkawinan di usia  anak.

“Untuk tahun 2019 ini saja sudah ada enam kasus perkawinan di usia anak,” terang Juminarti, anggota Perwakilan KPI di Kabupaten Benteng.

Dijelaskannya, kasus tersebut terdiri atas 4 kasus karena pergaulan bebas, 2 kasus karena menjadi korban kekerasan. Kamis (4/4) menindaklanjuti hal tersebut, perwakilan KPI Benteng bersama KPI Wilayah Provinsi Bengkulu juga melakukan pertemuan dengan DP3A&P2KB Benteng, untuk mendorong dikeluarkannya Peraturan Bupati tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Benteng.

“Pencegahan harus dilakukan demi menyelamatkan masa depan anak,” ujarnya.

Hal ini juga selaras dengan Peraturan Gubernur No. 33 tahun 2018 Tentang Pencegahan Perkawinan Usia Anak di Provinsi Bengkulu.  Jika Benteng  sudah ada peraturan tentang pencegahan perkawinan anak ini, minimal peraturan Bupati maka diharapkan bahwa semua pihak dapat mencegah terjadinya praktek perkawinan anak. Karena dampak dari perkawinan anak dapat berkontribusi pada meningkatnya angka kematian ibu dan anak karena kehamilan yang berisiko, dan dapat juga meningkatkan angka kemiskinan di Benteng secara kesiapan ekonomi anak-anak yang melakukan perkawinan masih bergantung kepada orang tuannya.

Dari sisi pendampingan korban perempuan dan anak, Juminarti yang sering melakukan pendampingan perempuan dan anak korban kekerasan, melihat peraturan terkait pencegahan perkawinan anak juga dapat menjadi dasar untuk semua pihak termasuk OPD, masyarakat sipil, lembaga dan profesi lainnya  agar dapat bersinergi sesuai dengan perannya masing masing di dalam melakukan pencegahan praktek perkawinan anak di Benteng.

Selain itu, melalui advokasi yang dilakukan oleh KPI Benteng, yang juga sudah mendapatkan apresiasi DP3A&P2KB Bengkulu Tengah. Pihaknya akan segera menindaklanjuti draff peraturan yg diusulkan terkait upaya pencegahan perkawinan di usia anak. “Masa depan anak juga menjadi tanggung jawab bersama,” demikian Jumi Narti.(vla)

Berita Lainnya

12 Pasar Siap Dongkrak PAD

BENTENG – Sebanyak 12 pasar atau pekan mingguan yang ada di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), ...

error: Content is protected !!