Selasa , 25 Juni 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Penyerahan Lahanke Warga Tertunda

Penyerahan Lahanke Warga Tertunda

KONFLIK: Pejabat Pemkab BU melakukan pertemuan dengan masyarakat Desa Lebong Tandai membahas konflik lahan dengan pemegang IPK. (foto : shandy/rb)

NAPAL PUTIH – Warga Desa Lebong Tandai, Kecamatan Napal Putih menggelar pertemuan dengan pejabat Pemkab Bengkulu Utara di ruang Pola Bappeda Bengkulu Utara, Kamis (4/4). Pertemuan ini membahas protes warga soal penguasaan lahan 450 hektare (Ha) oleh pemegang Izin Pemanfaatan Kayu (IPK) perorangan.  Protes ini lantaran lahan tersebut sudah diserahkan pada desa dan dijadikan lahan enclave desa. Rencananya lahan itu akan diserahkan pada masyarakat yang berjumlah 187 keluarga namun terhalang karena itu masih dalam kawasan IPK.

Kades Lebong Tandai Supriadi menuturkan mereka sudah dua tahun lalu memiliki pembicaraan dengan Herman Hutasoit selaku pemegang IPK. Herman berjanji akan membuatkan sertifikat lahan tersebut setelah selesai IPK.

“Namun nyatanya saat ini IPK itu diperpanjang. Kita menghormati izin itu, silakan diambil kayu di atasnya namun kita menginginkan lahan yang sudah menjadi hak masyarakat,” tegasnya.

Warga akan melaporkan masalah ini ke Presiden jika permasalahan ini tidak selesai. Selain itu Herman selaku pemegang IPK juga sudah mengingkari janjinya yang meminta waktu delapan bulan untuk segera membuatkan sertifikat. “Sekarang sudah dua tahun, sedangkan janjinya hanya delapan bulan. Lahan tidak dikerjakan, sedangkan warga terhambat untuk mengelola lahan,” terangnya.

Sekda Bengkulu Utara Dr. Haryadi, MM, M.Si kemarin meminta pemegang IPK segera bekerja dan menyelesaikan programnya. Sehingga lahan yang diserahkan ke desa tersebut bisa juga segera diselesaikan. “Kita bertahap, pembuatan sertifikat tidak bisa langsung serta merta selesai. Namun pengambilan hasil hutan juga tidak bisa dilakukan langsung selesai,” jelasnya.

Pemkab meminta lahan yang sudah selesai dikelola diserahkan ke masyarakat dan dibuatkan sertifikat. Sehingga program yang diinginkan masyarakat berjalan dan investasi juga berjalan. “Jadi kita minta yang selesai segera diserahkan ke warga. Tidak perlu langsung keseluruhan lahan, namun yang telah diselesaikan dulu,” kata Sekda.(qia)

Berita Lainnya

Masuk Musim Tanam, Debit Air Irigasi Melemah

ARGA MAKMUR – Saat ini petani di Kelurahan Arma Jaya dan Arga Makmur mulai memasuki ...

error: Content is protected !!