Jumat , 21 Juni 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pinjaman ke PT SMI Rp 59 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan

Pinjaman ke PT SMI Rp 59 Miliar Untuk Pembangunan Infrastruktur Jalan

KUNJUNGAN: Tampak Sekdakab Kepahiang didampingi Anggota DPRD Kabupaten Kepahiang mengunjungi PT SMI di Jakarta, Kamis (5/4). (foto : ist/rb)

KEPAHIANG – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kepahiang mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebentar lagi segera terrelaisasi. Saat ini, untuk pinjaman tersebut hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu), setelah adanya rekomendasi itu nantinya pihaknya segera melakukan pelelangan dan memfokuskan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur Jalan.

“Pinjaman ke PT SMI itu tidak boleh digunakan selain pembangunan infrastruktur Jalan. Kalau pembangunan masjid dan lain sebagainya sudah masuk ke APBD,”ungkap Bupati Kepahiang, Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM.

Menurut Bupati, awalnya usulan untuk pinjaman ke PT SMI ini senilai Rp 90,5 Miliar dan disetujui. Namun Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak mau dan tidak setuju karena menyangkut dengan masa kerjanya sebagai bupati Kepahiang tinggal beberapa tahun lagi. Jadi, pinjaman ke PT SMI tersebut harus disesuaikan dengan masa Jabatannya. Kalau PT SMI tidak ada masalah mau pinjam Rp 100 juga bisa.

“Kalau PT SMI boleh. Yang tidak boleh Kemnedagri karena berkaitan dengan sama kerja saya. Mereka minta pinjaman Rp 90 Miliar tersebut dikembalikan selama 3 tahun saya tidak bisa dan tidak sanggup. Jadi saya turunkan menjadi Rp 59 Miliar, sebanarnya tidak ada masalah untuk besaran pinjaman tersebut,”bebernya.

Diungkapkan, khusus untuk pembangunan Jalan di Desa Langgar Jaya dan di pusat perkotaan dan beberapa titik lainnya menggunakan pinjaman dari PT SMI yang sekarang tinggal menunggu MoU dengan PT SMI. “Kita masih ada beberapa dokumen masalah keuangan lagi yang harus dilengkapi. Dan rekomendasian dari Kemenkeu, setelah itu nantinya barulah ada MoU dan proses pembanguannya langsung berjalan,” jelas Bupati.

Kendati jumlah usulan pimnjaman modal tersebut berkurang, namun Bupati mengaku pembangunan tetap akan dilaksanakan. Hanya saja ada beberapa spek perencanaan yang harus disesuaikan dari perencanaan sebelumnya.

Diketahui, adapun proyek percepatan infrastruktur yang akan dilakukan melalui pinjaman tersebut yakni peningkatan jalan dan jembatan Peda KTNA (Perkantoran) menuju destinasi wisata kebun teh Kabawetan sepanjang 6 km dengan lebar 6 m.

Berikutnya peningkatan jalan desa Muara Langkap – Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana sepanjang 19,8 km dengan lebar 4 m. Peningkatan jalan Warung Pojok – Air Punggur – Batu Bandung sepanjang 15 km dengan lebar 3,5 m.

Kemudian peningkatan jalan Renah Kurung – Batu Bandung sepanjang 5,5 km dengan lebar 3,5 m. Peninkatan jalan Bandung Jaya – Pematang Danau Air Les sepanjang 4,5 km dengan lebar 3 m. Dan terakhir rehabilitasi jalan simpang Kota Bingin – Watas Marga sepanjang 2 km dengan lebar 3,5 m. (sly)

Berita Lainnya

Jelang Lelang Jabatan, 4 Kadis Dimutasi

KEPAHIANG – Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU, siang tadi kembali melakukan mutasi ...

error: Content is protected !!