Jumat , 26 April 2019
Home / Daerah / Lebong / PNS Ujar KebencianBelum Dilaporkan

PNS Ujar KebencianBelum Dilaporkan

PELABAI – Sebelas PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong yang diduga terlibat aktivitas ujaran kebencian melalui media sosial (medsos), belum dijatuhi sanksi. Bahkan hingga Kamis (4/4) masing-masing PNS itu belum dilaporkan ke bupati maupun sekda Kabupaten Lebong. ‘’Belum ada laporan resminya ke saya,’’ kata Penjabat Sekda Lebong, Drs. Dalmuji Suranto kepada RB.

Tidak dipungkirinya, ia sempat mendengar desas-desus keterlibatan PNS Lebong dalam kasus ujaran kebencian. Jika benar ada, diharapnya Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian (Diskominfo SP) selaku Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang bertugas di bidang informasi dan teknologi segera menyampaikan. ‘’Saya minta identitas berikut buktinya, nanti akan saya perintahkan APIP (aparat pengawasan internal pemerintah, red) menindaklanjutinya,’’ terang Dalmuji.

Dipastikannya, setiap PNS yang terlibat ujaran kebencian akan dijatuhi sanksi tegas. Mulai dari teguran hingga sanksi terberat berupa pemberhentian dengan tidak hormat alias dipecat. Itu sesuai Surat Edaran Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor K.26-30/V.t2-2/99 tentang Pencegahan Potensi Gangguan Ketertiban dalam Pelaksanaan Tugas dan Fungsi PNS yang diterbitkan 31 Mei 2018. ‘’Karena sanksinya yang berat, saya harap PNS di Lebong tidak gegabah. Jauhi segala bentuk ujaran kebencian,’’ ungkap Dalmuji.

Sementara Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Diskominfo Kabupaten Lebong, Doni Swabuana, ST, M.Si mengaku akan segera melaporkan secara resmi identitas 11 PNS itu ke sekda dan bupati. Namun secara lisan sudah disampaikannya langsung ke bupati. ‘’Saat rapat bersama pak bupati dan sekda sudah saya sampaikan. Namun untuk laporan resminya menyusul kami sampaikan,’’ tukas Doni.(sca)

 

Berita Lainnya

Anggota Linmas MD Usai Pemilu

LEBONG SELATAN – Jika Kepahiang belakangan ini dihebohkan dengan ketua ranting partai politik (parpol) yang ...

error: Content is protected !!