Sabtu , 20 April 2019
Home / Metropolis / Rezeki yang Luas dan Berkah

Rezeki yang Luas dan Berkah

Ahmad Farhan

Alhamdulillah  ungkapan  syukur  kepada Allah,  Shalawat  dan salam kepada Rasulullah. Marilah kita  meningkatkan kualitas ibadah dan prestasi kerja sebagai bentuk penghambaan dan kesyukuran  kepada-Nya.

Jamaa’ah Jum’at yang berbahagia.

Diantara hal yang menyibukkan hati kaum muslimin adalah mencari rezeki. Dalam realitanya, terdapat sebagian  kaum muslimin memandang bahwa berpegang dengan syariat  akan mengurangi rezeki mereka. Bahkan parahnya, bahwa ada sejumlah orang yang berpandangan jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam. Terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram. Padahal  Allah dan Rasul tidak meninggalkan kita   tanpa petunjuk  dalam usaha mencari penghidupan. Ada tuntunan agama yang mengatur dalam usaha mencari rezeki. Sekiranya kita ini mau memahami dan menyadarinya, niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rezeki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.

Sidang jum’at rahimakumullah …

Ada beberapa cara untuk mendapatkan keluasan rezeki. Pertama,  banyak beristighfar (memohon ampun)  kepada Allah. Sebagaimana firman Allah tentang Nuh yang berkata kepada kaumnya:  “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai,” (QS. Nuh: 10-12). Yang dimaksud istighfar bukan hanya sekedar diucap di lisan saja, tapi membekas di dalam hati dan  berpengaruh dalam perbuatan nyata badan. Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda: “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan Rezeki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.”

Kedua, Menjaga diri di atas ketaqwaan.  Allah berfirman : “Barang siapa yang bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberin rezekinya dari jalan yang tidak disangka-sangka. (QS. Al-Thalaq: 2-3) Dengan ketaqwaan  seseorang akan merasa tenang dan merasa cukup (baca: kecukupan) dengan apa yang dianggap kurang oleh manusia lainnya.  Nabi menegaskan: “Bukanlah kekayaan itu dengan banyaknya harta benda, tapi kekayaan adalah apa yang ada dalam hati. “ (HR. Bukhari Muslim)

Ketiga, Menyambung tali silaturrahmi. Rasul memberikan sinyalemen dalam hadisnya: “Barang siapa yang senang Allah luaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaknya dia menyambung silaturrahim.” (HR. Bukhari Muslim).  Menjaga dan menyambung silaturrahim merupakan cara lain dari Allah untuk  meluaskan rezeki. Yang notabene merupakan salah satu ibadah sosial horizontal. Dengan banyam relasi, koneksi dan mitra dalam kehidupan, di situlah rezeki akan  terbuka  bagi kita.

Maka, apa yang diuraikan di atas, penegasannya dapat kita cermati  dalam  firman Allah : “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A’raf: 92).

Dengan demikian keimanan dan ketaqwaan  serta amal sholeh dalam kehidupan menjadi  sebuah keniscayaan bagi kita untuk mendapatkan keluasan dan keberkahan rezeki dari Allah Swt.  Sehingga dalam mencari rezeki, kita tidak boleh menafikan  bahkan meninggalkan syariat agama. Mudah-mudahan kita tetap lurus dan seimbang dalam usaha mencari rezeki dengan cara-cara yang tidak menabrak  norma agama seperti melakukan kecurangan, berbuat kezholiman bahkan melakukan penipuan dalam mendapatkan apa yang menjadi keinginan. Jika itu yang dilakukan, maka keberkahan rezeki itu mustahil didapatkan, meski secara materi lebih dari berkecukupan.  Ya Allah berikanlah kami rezeki yang halal lagi berkah dan hindarkan kami dari siksa api neraka. Amin. (iks)

Berita Lainnya

Kapolda: Pemanfaatan Gedung Mapolsek Sungai Serut Tunggu Tuntas 100 Persen

BENGKULU – Keberadaan gedung yang direncanakan untuk Mapolsek Sungai serut sudah dilakukan sejak 2 tahun ...

error: Content is protected !!