Senin , 16 September 2019
Home / Metropolis / Pemecatan 21 ASN Menyusul

Pemecatan 21 ASN Menyusul

Diah Irianti

BENGKULU – Sebanyak 21 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemprov Bengkulu yang tersandung korupsi akan segera menyusul 12 rekannya yang sudah lebih dulu diberhentikan dengan tidak hormat alias dipecat. Sebanyak 10 diantaranya tinggal menunggu Surat Keputusan (SK) Gubernur Bengkulu, dan sisanya 11 lagi menunggu bukti salinan putusan incracht (berkekuatan hukum tetap) .

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Bengkulu, Diah Irianti mengatakan ada 10 lagi ASN tersandung korupsi yang bukti inkrachtnya sudah ada dengan BKD tinggal menunggu SK Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Setelah SK tersebut keluar, maka statusnya sebagai ASN resmi dicabut tanpa mendapatkan hak-hak PNS seperti uang pensiun dan lain-lain. “Nama-nama 10 orang ASN ini sudah di meja gubernur. Tinggal menunggu SK ditandatangani,” kata Diah.

Pemberhentian ASN tersandung korupsi ini, terangnya, merupakan perintah dari undang-undang yang dingatkan lagi dengan 3 Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB), dan Kepala BKN No 182/6597/SJ, No 15/2018, dan No 153/KEP/2018, Surat Edaran Mendagri Nomor: 180/6867/SJ Tentang Penegakan Hukum Terhadap ASN yang Melakukan Tindak Pidana Korupsi.

Terakhir belum lama ini turun Surat Edaran (SE) MenPAN-RB Nomor B/50/M.SM.00.00/2019, yang disertai dengan sanksi bagi kepala daerah. Berdasarkan SE tersebut, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara (Menpan) Syafruddin yang memberi tenggat waktu hingga 30 April 2019 bagi kepala daerah untuk melakukan pemecatan ASN korupsi. Jika tidak akan mendapat sanksi pemberhentian sementara tanpa memperoleh gaji.

“Mau tidak mau, suka tidak suka kita harus memproses ASN yang tersandung korupsi karena ini perintah. Tentunya untuk memproses itu kita memerlukan bukti putusan inkrah,” beber Diah.

Sementara untuk 11 orang lagi sambung Diah, masih melengkapi berkas. Diantaranya 11 orang ini bahkan ada yang belum inkrah karena masih menunggu putusan. Namun di luar 11 orang tersebut, juga masih ada ASN menjalani proses hukum. Sanksi bagi mereka ini, sejak mulai ditahan tidak lagi menerima gaji secara penuh. “Sanksi pemberhentian sementara, dan dengan gaji yang diterima tinggal 50 % lagi,” jelasnya.(key)

Berita Lainnya

Rusak Parah, Mulai “Makan” Korban, Jalan Bangka Butuh Perhatian

BENGKULU – Kerusakan jalan Bangka atau biasa disebut kawasan Sentiong Kelurahan Sukamerindu, mulai dikeluhkan oleh ...

error: Content is protected !!