Rabu , 24 Juli 2019
Home / Daerah / Curup Pos / Polres Rejang Lebong Gelar Istighosa

Polres Rejang Lebong Gelar Istighosa

ISTIQOSAH : Polres RL menggelar tabliq akbar dan istiqosah jelang Pemilu setentak 17 April 2019 mendatang. (foto: wanda/rb)

CURUP – Polres Rejang Lebong (RL), Jumat (5/4) menggelar tablig akbar dan istighosah di halaman markas mereka. Kegiatan ini mengangkat tema ‘Kita tingkat jalinan silaturahmi dalam mewujudkan pemilu damai, sejuk di Kabupaten Rejang Lebong’. Kegiatan ini menghadirkan KH. Marsudi Syuhud pengasuh pondok pesantren dan juga merupakan salah satu Ketua PBNU.

Dalam arahannya kemarin, Kapolres RL AKBP Jeki Rahmad Mustika, S.IK menyampaikan, ini merupakan salah satu upaya untuk mempererat talisilaturahmi dengan seluruh elemen masyarakat. Terutama dalam rangka menciptakan Pemilu 2019 yang aman, damai dan sejuk di Kabupaten RL sebagaimana tema yang diangkat. ‘’Kita mempererat talisilaturahmi sembari berdoa bersama agar pelaksanaan Pemilu di Kabupaten Rejang Lebong 17 April 2019 mendatang bisa berjalan lancar, aman, damai dan sejuk,’’ sampai Jeki.

Sementara itu, Bupati RL Dr. H. Ahmad Hijazi, SH,M.Si dalam sambutannya menyampaikan, mengucapkan terimakasih kepada Polres RL yang sudah mau mengelar kegiatan positif seperti tabliq akbar dan istiqosah kemarin. Apalagi ini dalam rangka untuk sama-sama berdoa dan berupaya mewujudkan Pemilu yang lancar, aman, damai dan sejuk. ‘’Marilah kita menjaga kedamaian tanpa menyinggung perasaan saudara kita yang berbeda pilihan nantinya. Sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan dan mempengarui stabilitas keamanan di Rejang Lebong. Marilah kita mulai dari lingkungan keluarga, tempat tinggal maupun dilingkungan kita bekerja. Jangan mudah terpancing isu-isu yang dapat memecah belah kedamaian dan kesejukan menjelang pelaksanaan Pemilu 2019,’’ pesan Bupati Hijazi.

Sementara itu, penceramah KH. Marsudi Syuhud memfilosopikan perbedaan pilihan dalam pesta demokrasi, ibarat minuman yang disenangi seperti kopi dan teh. Ada sebagian orang suka kopi namun tidak suka teh begitupun sebaliknya sama dengan ada masyarakat yang senang dan ingin pasangan ini atau sebaliknya mencoblos pasangan itu dan jangan sampai tidak memilih keduanya. ‘’Dengan adanya perbedaan, kita tidak harus saling mencela, saling menjelekan, bahkan saling memprovokasi. Beda pilihan itu biasa, yang penting halal. Sama dengan minuman kopi dan teh tadi, yang penting halal,’’ ucap Marsudi.(dtk)

Berita Lainnya

Alat Berat Terbalik Operator Tewas

SINDANG DATARAN – Kejadian nahas dialami Nana Sudrajat (23) warga Desa Kampung Baru (Pal Batu) ...

error: Content is protected !!