Senin , 19 Agustus 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Tidak Semua Korban Oknum Guru Les Cabul Melapor ke Polisi

Tidak Semua Korban Oknum Guru Les Cabul Melapor ke Polisi

ARGA MAKMUR – Tiga dari delapan korban pencabulan oknum guru les, SW (44) warga Kecamatan Batik Nau Bengkulu Utara  tidak melapor ke Polisi.  Saat ini polisi hanya mencatat lima pelapor anak-anak yang menjadi korban pencabulan dari delapan orang sesuai pengekuan pelaku, ditambah anaknya sendiri. Kapolres Bengkulu Utara AKBP. Ariefaldi WN, SH, S.IK, MM melalui Kasat Reskrim AKP. M Jufri, S.IK menuturkan memang ketiga korban tidak melapor secara lansgung pada polisi. Namun polisi sudah mendapatkan informasi ketiga korban dan memastikan kebenarannya.

“Jadi itu tetap akan kita masukan ke dalam berkas pemeriksaan sebagai pertimbangan. Selain memang ada lima korban yang melapor resmi,” kata Kasat.

Ia juga memastikan jika hal itu tidak akan mengurangi ancaman hukuman pelaku. Pasalnya sudah ada lima orang korban yang diakui oleh pelaku dan dibenarkan oleh korban dan hal itu membuktikan jika korban lebih dari satu orang.   “Pelaku juga tidak mempersulit pemeriksaan dan mengakui perbuatan serta mencaritakan modus dilakukanya modus pecabulan tersebut,” terangnya.

Polisi juga belum memastikan apakah pelaku ini mengidap kelainan seperti ketertarikan pada anak dibawah umur  alias pedofilia. Kini akibat perbuatannya pelaku ini terancam hukuman 15 tahun penjara dan minimal lima tahun penjara sesuai Undang-undang Perlindungan Anak.  “Pelaku memmiliki istri dan anak, anaknya bahkan berumur sama dengan korban dan juga menjadi korban. Kita menangani permasalahan pidananya dan kita jerat dengan UU Perlindungan Anak,” terang Kasat.

Polisi juga memastikan jika perbuatan cabul yang dilakukan pada 8 korban ditambah satu anaknya sendiri bukan karena mabuk. Bahkan sebagian besra korban menerima pencabulan dari pelaku dalam kondisi sadar dan pelaku tidak mengnkonsumsi miras. “Hanya saja memang saat melakukan cabul pada anaknya pelaku ini mengaku mabuk.  Namu perbuatan itu berulang-ulang dilakukannya dan kita yakini akan terus berlanjut jika tidak segera diketahui,” pungkas Jufri. (qia)

Berita Lainnya

Dua Kasus DD Akan Diusut

ARGA MAKMUR – Selain sudah menjebloskan satu Kepala Desa (Kades) ke penjara dan satu lagi ...

error: Content is protected !!