Minggu , 21 Juli 2019
Home / Daerah / Bengkulu Tengah / Waspada Perang Antar Nelayan

Waspada Perang Antar Nelayan

PARKIR: Perahu nelayan tradisional Benteng diparkirkan dan tidak ada  yang melaut lantaran khawatir terjadi ricuh. (foto: fintah/rb)

BENTENG – Ricuh antar nelayan tradisional dengan nelayan alat tangkap jenis trawl, ikut diwaspadai oleh nelayan di Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng). Mayoritas nelayan Benteng yang ada di sepanjang pesisir pantai dari Sungai Hitam, Desa Pasar Pedati hingga Padang Betuah adalah nelayan tradisional.

“Kami khawatir juga kalau ricuh nelayan sampai melibatkan ke nelayan Benteng,” jelas Ketua Kelompok Nelayan Pedati, Amirullah, Jumat (5/4).

Dijelaskannya, nelayan Benteng menunda untuk melaut. Mereka merasa was-was karena takut menjadi sasaran kemarahan nelayan yang mengalami kerugian akibat perahunya dibakar. “Makanya kami memantau dari tepi saja,” ujarnya.

Meskipun demikian, diakuinya juga pihaknya tetap berjaga. Apalagi isu akan ada keributan antar nelayan di tengah laut semakin santer terdengar pascaperahu nelayan ada yang terbakar. Bahkan, diakuinya juga ada beberapa nelayan yang mempersenjatai diri, meskipun belum tentu akan menjadi korban amukan nelayan yang perahunya dibakar.

Amirullah berharap, pihak pemerintah terutama keamanan di laut dapat ikut menjaga situasi laut. Ricuh antar nelayan besar dan nelayan tradisional, sudah sangat merugikan. “Nelayan tidak ada yang berani melaut. Hal ini untuk menghindari kerugian yang lebih besar jika kapal nelayan menjadi sasaran kemarahan dari pihak yang sebelumnya menjadi korban,” katanya.

Nelayan Benteng, sampai kemarin (5/4) semuanya masih aman dan kondusif. Tidak ada satu pun nelayan yang menjadi korban dari keributan nelayan yang ada di luar Benteng. “Perairan pencarian ikan sama, kami khawatir kalau memaksakan melaut,” demikian Amirullah. (vla)

Berita Lainnya

Delapan Nama Berpeluang Duduki Kursi Kadinkes

BENTENG – Jabatan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) masuk dalam salah satu ...

error: Content is protected !!