Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Mukomuko / Calon Penerima Asuransi Nelayan Didata

Calon Penerima Asuransi Nelayan Didata

BELUM MAKSIMAL: Bangunan TPI ini perlu peningkatan fasilitas, sehingga untuk sekarang ini pemanfaatannya belum maksimal. (foto : peri/rb)

MUKOMUKO – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Mukomuko menyebut, masih melakukan verifikasi, atas data nama-nama nelayan, calon penerima asuransi nelayan. Ini disampaikan Kabid Perikanan Tangkap DKP Mukomuko, Nasyyardi, S.Pi.

“Diverifikasi, karena masih ada data nelayan yang menerima bantuan asuransi yang salah. Seperti salah alamat, maupun salah nama dan tempat tanggal lahirnya,” ujar Nasy.

Ia mengatakan, di tahun 2019 ini sebanyak 369 nelayan bakal menerima bantuan asuransi nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Dari data sebanyak 369 orang nelayan tersebut, ada sekitar 180 orang nelayan datanya salah. “Itulah sebabnya, kita lakukan verifikasi lagi ke lapangan. Setelah melakukan verifikasi, data nelayan yang sesuai dengan identitas aslinya akan dikirim kepada pihak kementerian untuk diperbaiki,” jelasnya.

Oleh karenanya sambung Nasy, selama ada data yang salah, maka pihaknya belum membagikan kartu asuransi nelayan tersebut. Kendati begitu, sebanyak 369 nelayan yang belum dibagikan kartunya itu, tetap sudah bisa menggunakan asuransinya sesuai data nama yang tertera.

“Asalkan ada namanya, nelayan bisa menggunakan untuk mengklaim ke pihak asuransi. Seperti beberapa waktu yang lalu ada seorang nelayan yang mengalami luka pada jari tangannya saat melakukan aktivitas melaut, sudah bisa mengklaim biaya berobat sebesar Rp 2 juta kepada pihak asuransi,” terangnya.

Sementara itu, tahun ini tambah Nasy, DKP Mukomuko bakal merehab Tempat Pelelangan Ikan (TPI) di Desa Pulau Makmur Kecamatan Ipuh. Rehab ini, rencananya akan dilaksanakan dengan anggaran sebesar Rp 78 juta. “Kami akan mengajak tim konsultan untuk melihat kondisi bangunan TPI di Ipuh itu,” tambahnya.

Sebab, bangunan TPI yang ada sekarang ini, kondisinya rusak parah. Atapnya jebol akibat terkena angin kencang, dan lantainya juga banyak yang rusak. Tidak hanya itu saja, ada juga penambahan pemasangan terali untuk menyimpan semua aset milik pemerintah yang ada di TPI.   “Rehabnya akan kita sesuaikan dengan anggaran yang ada. Kalau anggaran itu hanya cukup untuk merehap atap, maka hanya akan kita gunakan untuk rehab atap,” pungkasnya. (hue)

Berita Lainnya

Ngorok, Belasan Ayam Petelur Mati

MUKOMUKO – Petugas kesehatan hewan di Dinas Pertanian (Distan) Mukomuko akhirnya turun ke lapangan melakukan ...

error: Content is protected !!