Selasa , 23 April 2019
Home / Daerah / Bengkulu Utara / Giliran 4 Kapal Nelayan Tradisional Dikejar Kapal Nelayan Trawl, Warga Blokir Jalinbar

Giliran 4 Kapal Nelayan Tradisional Dikejar Kapal Nelayan Trawl, Warga Blokir Jalinbar

BLOKIR JALAN : Kondisi pemblokiran jalan Desa Lubuk Tanjung sebagai aksi protes atas pengejaran empat nelayan tradisional di Bengkulu Utara. (foto : shandy/rb)

AIR NAPAL –  Minggu (7/4) pagi sekitar pukul 08.00 WIB,  sempat terjadi pemblokiran Jalan Lintas Barat (Jalinbar) di Desa Lubuk Tanjung sekitar 30 menit. Pemblokiran dilakukan oleh masyarakat desa dan nelayan Kecamatan Air Napal.  Hal ini terjadi karena ada  informasi jika empat kepal tempel nelayan Lubuk Tanjung dikejar oleh kapal nelayan trawl, Minggu (7/4) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

Pemblokiran jalan ini sempat memacetkan lalu lintas Jalinbar Bengkulu Utara – Mukomuko atau Sumbar – Bengkulu. Mereka menuntut perhatian dari pemerintah Provinsi terkait konflik tersebut. Tak hanya itu ada kelompok nelayan yang berniat mendatangi pelabuhan Pulau Baai sebagai tempat nelayan modern. Untungnya polisi dan TNI segera turun ke TP dan menenangkan massa. Penutupan jalan yang sempat membuat kemacetan tersebut akhirnya bisa diurai.

Kades Lubuk Tanjung Fauzul Kabir menuturkanempat nelayan dengan masing-masing satu kapal memancing dikejar kapal besar trawl di tengah laut sekitar kedalaman 20 m atau 3 mil dari daratan. Yakni  Ujang, Nur, Gunadi dan Maulana.  Untungnya kapal nelayan bisa menepi mencari posisi laut yang dangkal dan tidak bisa dilintasi kapal besar nelayan Trawl. Bahkan keempat nelayan tersebut sampai berpisah dan malam itu terjadi berkali-kali pengejaran.

“Tentunya nelayan tradisional itu menghindar. Karena kondisi kapal kecil, jika sampai mendekati kapal trawl bisa terjungkal ke laut. Belum lagi nelayan dalam Kapal Trawl tentunya lebih dari lima orang,” terangnya.

Minggu (7/4) pagi , mereka khawatir lantaran baru Gunadi yang berhasil pulang ke Lubuk Tanjung. Sedangkan tiga nelayan lagi masih ada di laut. Sontak sebgaian nelayan menyusul ke laut dan sisanya meluapkan emosi dengan memblokir jalan.   “Tujuan kami memblokir jalan untuk meminta perhatian pemerintah Provinsi, tolong perhatikan kami nelayan kecil. Bagaimana nelayan bisa mendapat ikan jika kapal trawl sampai mencari ikan di jarak 3 mil dari bibir pantai kami,” terangnya. (qia)

Berita Lainnya

Golkar Diprediksi Rebut Kursi Ketua DPRD Provinsi

BENGKULU – Partai Golkar berpeluang mendapatkan kursi ketua DPRD Provinsi Bengkulu pada Pemilu 2019 ini. ...

error: Content is protected !!