Kamis , 25 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / 16 Tahun Jalan Rusak Tak Diperbaiki

16 Tahun Jalan Rusak Tak Diperbaiki

RUSAK PARAH: Jalan antara Desa Embong Ujuk – Desa Air Raman di Kecamatan Tebat Karai, tampak rusak parah lantaran sudah 16 tahun tak tersentuh pembangunan. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Masyarakat Desa Embong Ijuk dan Desa Air Raman Kecamatan Tebat Karai, mengeluhkan kondisi jalan penghubung antara kedua desa tersebut. Sudah 16 tahun jalan itu tak mendapatkan perhatian dari pemerintah Kabupaten Kepahiang. Bahkan pemerintah dan aparat desa setempat terkesan tak memiliki inisiatif untuk melakukan pembangunan atas jalan yang menjadi satu-satunya akses bagi kedua desa tersebut.

Seperti diungkapkan Hengky (26) salah satu warga Desa Embong Ijuk, yang mengatakan bahwa jalan penghubung antara kedua desa tersebut terakhir disentuh pembangunan pada kisaran tahun 2003 lalu. Hingga saat ini terhitung sudah 16 tahun jalan tersebut tak tersentuh pembangunan.

“Dari 2003 sampai saat ini belum tersentuh pembangunan, bang. Bahkan pihak desa pun terkesan tidak memiliki ancang-ancang terkait pembangunan desa ini, seperti berkoordinasi dengan Pemkab atau Pemprov,” keluh Hengky.

Hengky mengakui bahwa sebagian besar masyarakat kedua desa tidak begitu memahami perihal kepemilikan jalan tersebut apakah di bawah tanggungjawab kabupaten atau provinsi. Hanya saja menurutnya masyarakat berharap siapapun yang memang menjadi penanggungjawab pembangunan jalan tersebut, agar bisa segera sadar untuk membantu masyarakat memperbaiki akses transportasi tersebut.

“Kami tidak tahu apakah jalan ini miliki Pemkab atau Pemprov. Kami hanya butuh bantuan dari media, agar tolong sampaikan keluhan kami ini agar bisa diketahui Bupati dan Gubernur,” harapnya.

Hal serupa disampaikan Yadi (43) warga Air Raman, yang mengatakan bahwa jikalau dari informasi yang diterima pihaknya, jalan tersebut berada di bawah tanggung jawab Pemprov Bengkulu. Namun ia tidak bisa memastikan siapa sebenarnya yang memang benar-benar bertanggungjawab atas pembangunan dan perbaikan jalan tersebut.

“Itu jalan penghubung antara Desa Embong Ijuk ke Desa Air Raman, tapi jalan itu bisa juga tembus ke Desa Tebat Monok. Kami belum paham apakah itu hak pemkab atau pemprov. Tapi yang kami dengar bahwa jalan itu punya Pemprov Bengkulu,” ujar Yadi. (sly)

Berita Lainnya

Kepahiang Terima 7 Ribu Benih Kopi dari Bogor

KEPAHIANG – Guna peningkatan produksi kopi di wilayah Kabupaten Kepahiang, Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan ...

error: Content is protected !!