Minggu , 21 Juli 2019
Home / Daerah / Kepahiang / BPBD Survey Desa Siaga Bencana

BPBD Survey Desa Siaga Bencana

SURVEY: BPBD Kepahiang tahun ini melakukan survey dalam rangka pembentukan desa siaga bencana. (foto : arie/rb)

KEPAHIANG – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kepahiang, saat ini tengah melakukan survey dalam rangka pembentukan desa siaga bencana yang dalam waktu dekat ini akan dilaunching di Kabupaten Kepahiang.

Kepala BPBD Kabupaten Kepahiang Ir. Taufik mengungkapkan, Desa Siaga Bencana ini dibangun dengan tujuan sebagai cikal bakal pembinaan sumber daya manusia masyarakat desa, yang memiliki kesadaran dan kemampuan dalam tanggap dan darurat bencana.

“Ya saat ini kita masih melakukan survey untuk mencari desa yang memiliki kelayakan sebagai desa Siaga Bencana di Kabupaten Kepahiang. Desa Siaga Bencana ini nantinya akan menjadi contoh atau pilot project bagi desa lainnya dalam hal penanggulangan dan tanggap bencana di Kabupaten Kepahiang,” beber Taufik.

Adapun kriteria desa yang masuk kategori sebagai Desa Siaga Bencana, menurut Taufik adalah desa yang memiliki potensi rawan bencana yang cukup tinggi. Menurutnya hampir seluruh desa di Kabupaten Kepahiang memiliki kerawanan terhadap bencana. Hal ini dikarenakan Kabupaten Kepahiang masuk dalam zona merah gempa bumi dan ring of fire gunung berapi di Sumatera.

“Kalau untuk bencana lainnya seperti banjir, longsor dan angin kencang, itu merupakan bencana situasional. Yang menjadi fokus kita adalah potensi rawan bencana yang dimiliki wilayah kita ini. Kendati seyogyanya seluruh desa harus jadi desa Siaga Bencana, namun untuk pilot project-nya kita akan pilih satu desa terlebih dahulu,” jelas Taufik.

Selanjutnya terkait bencana situasional, BPBD Kabupaten Kepahiang tahun ini juga berencana akan membangun penahan tebing. Bahkan anggaran yang sudah dialokasikan untuk pembangunan ini senilai Rp 1 miliar dari APBD Kabupaten Kepahiang tahun 2019. Pembangunan penahan tebing ini direncanakan mulai dikerjakan pada bulan Mei 2019 mendatang.

Saat ini pihaknya masih melakukan tahapan perencanaan sebelum akhirnya menyampaikan usulan lelang terkait proyek tersebut ke Unit Layanan Pengadaan (ULP) Kabupaten Kepahiang. “Saat ini kita masih proses perencanaan, mudah-mudahan bulan depan sudah bisa kita sampaikan usulan lelangnya,” ungkap Taufik.

Dijelaskan Taufik, pihaknya berharap pembangunan penahan tebing tersebut bisa dilakukan secepatnya, guna menghindari puncak musim penghujan yang biasanya terjadi di akhir tahun. “Kita berharap semua prosesnya berjalan lancar, dan bisa secepatnya selesai sebelum puncak musim penghujan di akhir tahun ini. Sehingga pada musim penghujan nantinya, masyarakat tidak perlu lagi waswas terhadap bencana tanah longsor,” terangnya.

Taufik juga mengaku pihaknya menyadari bahwa dengan kontur wilayah Kabupaten Kepahiang yang berada di dataran tinggi, titik rawan bencana longsor bukan hanya ada di Kelurahan Padang Lekat semata. Ada beberapa wilayah lain yang juga rawan bencana tanah longsor. Namun lantaran keterbatasan anggaran yang dimiliki, pihaknya terpaksa melakukan pembangunan infrastruktur pencegah bencana secara bergantian.

“Mungkin tahun ini Kelurahan Padang Lekat menjadi prioritas kita. Namun berikutnya akan ada beberapa wilayah rawan bencana longsor lainnya yang juga akan kita lakukan pembangunan,” ujarnya.

Selain membangun penahan tebing di Kelurahan Padang Lekat, pada tahun ini BPBD Kabupaten Kepahiang juga akan melakukan beberapa pembangunan lainnya, seperti pembangunan drainase di Kelurahan Sejantung Kecamatan Kepahiang senilai Rp 322 juta, rekonstruksi bronjong di Desa Babakan Bogor Kecamatan Kabawetan senilai Rp 420 juta, pelapis tebing di Kelurahan Tangsi Baru Kecamatan Kabawetan senilai Rp 196 juta, dan beberapa program lainnya. (sly)

Berita Lainnya

Bacok 2 Tetangga Dengan Pedang

KEPAHIANG – Gerak cepat Polres Kepahiang, berhasil meringkus Ho (51) dan EA (21) warga Desa ...

error: Content is protected !!