Senin , 16 September 2019
Home / Metropolis / Diserang DBD, Warga Minta Fogging

Diserang DBD, Warga Minta Fogging

BERSIHKAN: Tampak warga membersihkan gorong-gorong karena maraknya kasus DBD yang terjadi di lingkungannya. (foto: yudi/rb)

BENGKULU – Warga Kelurahan Lingkar Barat resah akan serangan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Seperti yang dirasakan warga di Taman Gading Indah Lingkar Barat. Sudah tiga minggu ini, delapan warga mereka terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena terserang DBD.

Ketua RT 11 RW 03 Ermen Fanseri mengaku sudah meminta pihak terkait untuk melakukan fogging di wilayahnya. Terlebih lagi sudah 8 warganya yang terserang DBD.  Menurutnya, kejadian ini membuat warga khawatir karena menyerang warganya secara bergiliran. Ia menjelaskan bahwa wabah DBD tersebut mulai terjadi sejak pertengahan Maret lalu dan sampai saat ini masih terus terjadi.

Hal itu jelas membuat warganya merasa panik dan cemas akan wabah DBD yang menyerang secara bergantian.  “Sudah ada 8 orang yang terkena, itu bikin warga panik karena penyakitnya secara giliran menyerang warga,” jelasnya.

Senada, salah seorang warga setempat, Yuhendri (31) juga mengakui bahwa tetangganya di Jalan Bakti Husada 4 RT 11 Kelurahan Lingkar Barat juga terkena DBD secara bergiliran. Ia mengakui bahwa di daerahnya sangat banyak nyamuk maka dari itu ia meminta pemerintah dapat turut membantu menanggulangi penyakit DBD agar tidak semakin parah dan semakin banyak menimbulkan korban.

“Iya mereka terkena bergantian, nyamuk banyak sekali disini, kami berharap pemerintah daapat membantu sebelum korban semakin banyak,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kepala Dinas Kesehatan Kota Bengkulu, Susilawati Mkes meminta masyarakat untuk dapat melakukan dan menjaga kebersihan lingkungan. Ia juga menjelaskan akan menggalakkan gerakan serentak untuk melakukan 1 rumah dengan 1 pengawas jentik yang mana  gerakan serentak tersebut akan menguras menutup mengubur tempat yang terindikasi banyak jentik nyamuknya.

Tak hanya itu saja, menanam tanaman pengusir nyamuk sangat penting seperti bunga lavender dan lainnya memelihara ikan pemakan jentik atau memasukkan bubuk abate di tempat air yang jarang dikuras. Apabila daerah tersebut memiliki pasien DBD positif maka pihaknya akan melakukan fofging untuk membantu memutuskan mata rantai nyamuk.

“Semua masyarakat wajib menjaga lingkungannya, gerakan 3M dan menanam tanaman pengusir nyamuk sangat penting,”lanjutnya.

Ia juga meminta masyarakat untuk terus menggalakkan lingkungan bersih. Ia juga menyarankan masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Beberapa gejala DBD yang perlu diwaspadai adalah demam mendadak tinggi, sakit kepala parah, nyeri sekujur tubuh dan nyeri sendi dan gejala lainnya.

“Masyarakat jangan takut datang ke puskemas terdekat maupun rumah sakit, apalagi saat ini sedang pasca DBD, datang dan periksalah kesehatan agar dapat dicegah sebelum membahayakan,”pungkasnya.(cw1)

Berita Lainnya

Rusak Parah, Mulai “Makan” Korban, Jalan Bangka Butuh Perhatian

BENGKULU – Kerusakan jalan Bangka atau biasa disebut kawasan Sentiong Kelurahan Sukamerindu, mulai dikeluhkan oleh ...

error: Content is protected !!