Selasa , 23 April 2019
Home / Liputan Khusus / Gubernur Dorong Pemanfaatan Geothermal

Gubernur Dorong Pemanfaatan Geothermal

Rohidin Mersyah

BENGKULU – Provinsi Bengkulu memiliki potensi energi geothermal (panas bumi) yang tersebar di 3 kabupaten, yaitu Lebong, Kepahiang, dan Rejang Lebong. Potensinya lebih dari 1.000 Mega Watt. Menurut Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, potensi ini perlu didorong untuk dikelola.

Sebagaimana amanat Undang-undang, bahwa bumi air dan kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat, maka potensi panas bumi yang dimiliki ini menurutnya akan menjadi sumber pendapatan yang signifikan dan jangka panjang ketika bisa dimanfaatkan.

“Potensi besar itu, kita punya lebih dari 1.000 Mega Watt untuk energi geothermal. Dengan pemanfaatan energi panas bumi menjadi pembangkit listrik, Bengkulu bisa berkontribusi sebagai lumbung energi,” ujar Rohidin.

Lebih lanjut, pemanfaatan geothermal sebagai sumber energi baru dan terbarukan bisa menjadi subtitusi dan bahkan menggeser pembangkit dengan bahan bakar fosil. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat sekitar kawasan pun perlu dilakukan secara jelas agar saat explorasi dilakukan, masyarakat memahami hal yang boleh dilakukan ataupun yang tak boleh dilakukan.

“Sebagai pemerintah kita terus mendorong agar potensi geothermal ini bisa segera dimanfaatkan, dan perencanaan itu perlu kita susun. Agar tahu potensinya, tahapan teknisnya seperti apa,” beber Rohidin.(key)

Bengkulu Kaya Potensi Panas Bumi

Provinsi Bengkulu memiliki kekayaan alam yang melimpah terutama di sektor panas bumi. Salah satunya panas bumi yang ada di Hulu Lais-Tambag Sawah – Lebong Simpang. Secara umum dan kenampakan di lapangan Potensi Panas Bumi di Provinsi Bengkulu berada di lima kabupaten. Yakni Kabupaten Lebong, Kabupaten Bengkulu Utara, Kabupaten Rejang Lebong, Kabupaten Kepahiang dan Kabupaten Seluma.

Panas bumi di Hulu Lais sudah ditetapkan melalui SK nomor 2067/K/30/MEM/2012 dengan luas luas 289.300 ha. Yang terhadap di  Kabupaten Lebong. Dinyatakan Operator Pertamina sejak 1 Januari 2017 beralih ke PT Pertamina Geotermal Energi (PGE).

Potensi Panas Bumi di Kabupaten lebong berdasarkan Survey Pertamina tahun 1994/1995 terdapat di tambang sawah sebesar 173 MWE, Gedang Hulu Lais sebesar 650 MWE dan Bukti Daun 250 MWE. Potensi panas bumi di kabupaten Rejang Lebong dan Kepahiang (WK Panas Bumi Kepahiang) berdasarkan Survey Badan Geologi, KESDM tahun 2010 memiliki potensi sebesar 180 MWE.

Untuk WKP Hulu Lais sudah ditetapkan melalui SK WKP nomor 2067 K/MEM/2012 tanggal 18 Juni 2012 dengan luas lahan 289.300 yang terletak di Kabupaten Rejang Lebong, Lebong Bengkulu dengan status Eksploitasi.

Daerah Prospek Bukit Daun – HuluLais terletak diLokasi Kawasan Hutan Lindung Bukit Gedang Hululais dan Pengandang Kabupaten Lebong dan Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu. Akses jalan masuk menuju lokasi melewati Desa Air Bening dan Babakan Baru, Kecamatan Bermani Ulu Raya, Kabupaten Rejang Lebong.

Kegiatan pengusahaan  Panas Bumi Area Hulu Lais Kabupaten Lebong tersebut terbagi atas, pengembangan yang dilakukan oleh Pertamina Geothermal Energy (PGE), rencana dibangun PLTP sx55 mega waat (MW). PT PGE menyediakan uap kemudian PT PLN membangun pembangkit listrik (PLTP) rencana COD unit 1 di tahun 2021 mendatang.

Menuju ke lokasi sangat mudah. Dari Jakarta berangkat menggunakan pesawat menuju Bengkulu mendarat di Bandar Udara Fatmati Soekarno, lalu dilanjutkan perjalanan darat dari Bengkulu ke arah timur laut melewati Curup, dilanjutkan dengan perjalanan ke arah barat laut menuju lokasi, dengan jarak tempuh sekitar 130 km.

Dengan eksploitasi dan pemanfaatan panas bumi menjadi  tenaga litsrik, nantinya Bengkulu akan surplus listrik. Stok listrik yang dihasilkan bisa disitribusikan ke gardu induk interkoneksi untuk dialirkan memenuhi kebutuhan listrik provinsi tetangga.

Sementara itu kepala ESDM Provinsi Bengkulu Ahyan Endu mengatakan, progres proyek Hulu Lais 2×55 MW berjalan dengan baik. Dimana harga jual beli UAP sudah disepekati, kemudian lokasi PLTP unit 1 dan 2 sudah disepakati, drilling 11 sumur sudah selesai, dua sumur di bulan September lalu sedang proses, 10 sumur Septemebr lalu belum dibor. Uap di kepala sumur mencapai 30 MW termasuk E 1,2 dan 3. Kapasitas sumur renjeksi sudah 40 persen dari kebutuhan.(ade)

PLTP Hulu Lais Hasilkan 110 Mega Watt Listrik

Ditargetkan awal tahun 2019 ini Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Hulu Lais di Kabupaten Lebong akan dibangun. Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahyan Endu menjelaskan, kalau saat ini Pemprov tengah mendorong pembebasan lahan masyarakat yang menjadi lokasi pembangunan PLTP tersebut. Dari PLTP itu akan dihasilkan listrik 2×55 megawatt.

Atau sebanyak 110 megawaatt dari kebutuhan listrik se Provinsi Bengkulu di beban puncak sebesar 160  megawatt. Dalam artian dari PLTP ini, mampu menghasilkan hingga 80 persen kebutuhan listrik se Provinsi Bengkulu. “Jadi ketika semua pembebasan lahan sudah selesai, kita dari ESDM mendorong percepatan pembangunan pembangkitnya oleh PLN,” terang Ahya Endu.

Dia menjelaskan, saat ini sudah ada kesepakatan dengan masyarakat yang lahannya akan dijadikan lokasi pembangunan PLTP itu. Hanya saja sesuai aturan pembebasan lahan itu harus melalui tim appresial atau penilai dari jasa konsultan publik.

Kemudian jika proses pembebasan lahan ini berjalan dengan lancar, tinggal lagi proses pembangunan pembangkit di tahun 2019. Sehingga tahun 2020 PLTP ini akan bisa dioperasikan. “Karena daya yang besar dihasilkan, nanti bisa di distribusikan ke provinsi lain. Sebab Bengkulu sudah masuk dalam interkoneksi Sumatera Selatan,” katanya.

Dia mengatakan listrik 110 megawatt tersebut akan dialirkan ke gardu induk. Ditambah lagi dengan listrik lain yang dihasilkan oleh Pembangkit Listrik Tenga Gas Bumi. Sehingga secara kuota atau kapasistas listrik, Provinsi Bengkulu mengalami kelebihan.

“Nanti bisa berlebih dari sisi daya  lebih dari yang dibutuhkan. Kita sudah interkoneksi ke sumatera selatan. Nanti listriknya masuk gardu induk untuk didistribusikan ke tetangga,” katanya.

Pembangkit listrik tenaga Uap (PLTU) juga saat ini sudah siap beroperasi. Tinggal lagi pengelolanya untuk mengoperasikan pembangkit tersebut. “Pabriknya sendiri yang belum siap. Pembangkitnya yang membangun PLN,” tutupnya.

Dia menjelaskan, untuk pembebasan lahan itu tengah diurus oleh Asisten I bersama dengan bidangnya. Namun Pemprov berharap nantinya tidak ada kendala dari masyarakat dalam melepas lahan tersebut. Sebab PLTP ini merupakan kebutuhan warga secara keseluruhan. Jika ini nanti beroperasi, maka listrik Bengkulu akan aman. Jauh dari pemadaman karena kurangnya daya listrik. “Kita berharap tidak ada kendala berarti dalam proses pembangunan PLTP ini,” katanya. (ade)

Berita Lainnya

Bengkulu Lepas Landas, Bandara Fatmawati Soekarno Menuju Bandara Internasional

BENGKULU – Diarsiteki Gubernur Bengkulu Dr. H. Rohidin Mersyah, MMA, Provinsi Bengkulu menuju lepas landas ...

error: Content is protected !!