Minggu , 15 Desember 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Mantan Kabag Humas Dipanggil Polres Terkait Dugaan Penipuan

Mantan Kabag Humas Dipanggil Polres Terkait Dugaan Penipuan

KEPAHIANG – Penyidik Satreskrim Polres Kepahiang saat ini telah menaikkan status dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum mantan Kabag Humas Pemkab Kepahiang berinisial SM, ke tahap penyidikan.

Bahkan pagi ini (7/4) tim penyidik Satuan Reskrim Polres Kepahiang berencana akan melakukan pemeriksaan terhadap SM. Pemeriksaan yang dilakukan kali ini merupakan panggilan kedua terhadap SM pasca laporan yang masuk ke Polres Kepahiang. Pasalnya pada proses penyelidikan lalu tim penyidik sedikit mengalami hambatan, lantaran terlapor SM mangkir dari panggilan yang dilayangkan kepadanya.

Diungkapkan Kapolres Kepahiang, AKBP. Pahala Simanjuntak, SH, S.IK melalui Kasat Reskrim, AKP Yusiady, S.IK, membenarkan bahwa pada panggilan pertama, terlapor tidak menghadiri pemanggilan tersebut.

“Terlapornya sudah kita panggil beberapa hari yang lalu, cuma tidak hadir. Saat ini kita sedang mempersiapkan panggilan kedua atas terlapor. Kalau untuk saksi, sejauh ini sudah 4 orang yang kita periksa termasuk korban,” jelas Yusiady.

Yusiady menambahkan, perkara dugaan penipuan ini sebelumnya juga sudah dilakukan gelar perkara oleh Satuan Reskrim Polres Kepahiang. Dari hasil gelar perkara tersebut diketahui jika perkara ini sudah memenuhi unsur pidana sehingga layak dan diputuskan dari penyelidikan naik ke tahap penyidikan.

“Kami sudah menggelarkan perkaranya. Hasilnya unsur pidana terpenuhi dan kasus ini diputuskan akan dilanjutkan,” ujar  Yusiady.

Diketahui sebelumnya, SM dilaporkan ke Polres Kepahiang terkait bisnis pengangkutan kayu, oleh Eti Sumiati (48) warga Jalan Ponirin Kelurahan Pasar Kepahiang. Korban Eti mengaku mengalami kerugian mencapai Rp 23 juta, lantaran rekan bisnisnya yakni SM diduga menipu dan menggelapkan uang miliknya.

Data terhimpun kejadian berawal antara korban dan SM menyepakati untuk berbisnis pengangkutan kayu pada akhir tahun 2017 lalu. Saat itu terlapor SM meminjam uang kepada korban sebesar Rp 11 juta pada awal Desember 2017 lalu, dengan alasan untuk biaya operasional pengangkutan. Namun selang sepekan kemudian terduga SM kembali meminjam uang senilai Rp 12 juta juga dengan alasan yang sama.

Namun setelah uang sebesar Rp 23 juta disetorkan korban ke SM, progres bisnis pengangkutan kayunya juga belum menunjukkan hasil. Jangankan mendapatkan untung ataupun balik modal, SM terus mengelak ketika korban menanyakan perihal perkembangan bisnis tersebut. Alhasil korban pun mulai mencurigai bahwa dirinya tertipu oleh terduga SM, dan melaporkan ke Polres Kepahiang.

“Kita berharap pada panggilan kedua ini nantinya, terlapor bisa datang. Namun jikalau panggilan kedua ini juga tidak ditanggapinya, ya terpaksa kita yang harus turun melakukan penjemputan,” demikian Yusiady. (sly)

Berita Lainnya

Belajar Mengidentifikasi Alam Lewat Kemah Hijau Desa Batu Ampar,

KEPAHIANG – Sebanyak 21 tim dari Kabupaten Kepahiang, Rejang Lebong, Kota Bengkulu, dan Kabupaten Lubuk ...

error: Content is protected !!