Kamis , 27 Juni 2019
Home / Daerah / Kaur / Stop Penangkapan Benur

Stop Penangkapan Benur

KOTA BINTUHAN – TNI AL meminta nelayan di Kabupaten kaur menghentikan aktivitas penangkapan benur atau baby lobster. Dalam beberapa waktu ini, akan meningkatkan patroli di kawasan laut yang kerap dijadikan tempat penangkapan baby lobster itu. Jika ditemukan ada waring yang dipasang maka akan langsung disita. Bukan hanya itu saja, nelayan yang masih membandel menangkap baby lobster akan ditindak.

“Untuk sementara wilayah yang sering dijadikan tempat pengambilan baby lobster di Kaur masih terus kita pantau. Dan Kaur ini termasuk paling banyak lokasi pengambilan baby lobster. Beberapa titik tetap akan kita pantau terus, karena pengambilan baby lobster ini akan sangat merugikan nelayan itu sendiri,” kata Danlanal Bengkulu Letkol (P) Andri Wahyu Sudrajat.

Dalam waktu dekat TNI AL bersama tim akan kembali turun untuk sosialisasi larangan penangkapan baby lobster. Sebab setiap kali razia, nelayan berhenti mengambil baby lobster namun tidak lama kembali turun untuk mengambil baby lobster.

“Kita mengimbau kepada nelayan di Kaur untuk menghentikan pengambilan baby lobster di laut. Karena akan merugikan para nelayan itu sendiri dan lama-lama akan membuat lobster di Kaur habis. Karena tidak sempat berkembang biak,” pungkas Danlanal Bengkulu.

Nelayan memburu baby lobster karena tergiur harga yang tinggi. Satu baby lobster dihargai hingga Rp 15 ribu sampai Rp 20 ribu. Kendati sudah banyak nelayan yang tertangkap, namun nelayan tetap tak jera. Karena hasilnya lebih banyak ketimbang menangkap ikan.(cik)

Berita Lainnya

Warga Tutup Paksa Kantor PT DPM

KOTA BINTUHAN – Sekitar 32 warga Kecamatan Kinal Rabu (26/6) siang mendatangi kantor PT Desaria ...

error: Content is protected !!