Jumat , 21 Juni 2019
Home / Berita utama / Aksi Kriminalistas di Eks STQ, Rektor IAIN Ngaku Prihatin

Aksi Kriminalistas di Eks STQ, Rektor IAIN Ngaku Prihatin

BENGKULU– Kasus pembunuhan yang terjadi di Komplek eks STQ, mendapat respon dari Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu, Prof. Dr. H. Sirajuddin. M, M.Ag. Pada awak media, Sirajuddin mengaku  prihatin dengan peristiwa tersebut.  Ia mendesak pihak terkait dapat segera menghibahkan pengelolaan eks STQ pada IAIN.  Aksi kriminalitas yang terjadi di eks STQ  menjadi pembelajaran bagi semua pihak. Hal ini harus segera dilakukan penanganan serius.  Sehingga ke depan hal serupa tidak akan terjadi lagi.

“Saya sangat prihatin sekali. Hal-hal seperti itu terjadi di kampus, orang menganggap itu kan di STQ tapi kan masih dalam wilayah kampus kan. Ini yang menjadi perhatian apakah ini nanti menjadi pembelajaran bagi kita bahwa ini harus segera ditangani. Kalau tidak ini artinya pembiaran terhadap hal-hal yang sangat tidak manusiawi apalagi sampai ada pembunuhan sebelumnya pemerkosaan yang namanya patah patah itu sudah ratusan anak-anak, belum lagi ada yang meninggal belum lagi masalah ada yang kasus pencopetan segala macam itu. Dan itu terjadi di sana kampus IAIN Bengkulu meskipun pembangunan itu aset Pemda, ini yang menjadi perhatian kita bersama dan ini harus segera diproses,” jelas Sirajuddin.

Runut dipaparkan Sirajuddin, janji untuk penyerahan aset eks STQ dari  Pemda Provinsi ke IAIN Bengkulu sudah disampaikan sejak era mantan gubernur Hasan Zen. Hingga berlanjut era  gubernur Agusrin M Najamudin, Junaidi Hamzah dan juga Ridwan Mukti. Namun hingga hari ini hibah aset  tidak terealisasi.

“Dulu dijanjikan kalau jadi IAIN diserahkan ke IAIN. Ini sudah jadi IAIN tapi tidak ada realisasinya mulai dari Pak Hasan Zen, Pak Agusrin, kemudian, Pak Junaidi Hamzah, kemudian juga Pak Ridwan sudah menjanjikan. Menurut saya dengan kejadian ini ada hikmahnya kita ambil hikmahnya yang paling besar mudah-mudahan tidak kita sadari semua untuk segera memprosesnya karena kita prihatin dengan kejadian ini kok terjadi di kampus Islam yang seperti ini dan ini Jangan dianggap akan berhenti sampai disini jika terus dibiarkan maka akan terjadi kejadian-kejadian berikutnya,” paparnya.

Sebelumnya Senin (8/4) malam terjadi kasus pembunuhan yang dilakukan oleh pelajar di komplek eks STQ. Dimana pelajar tersebut terlibat perkelahian hingga akhirnya berujung pada penusukan yang mengakibatkan nyawa korban tak terselamatkan.(zie)

Berita Lainnya

Jelang Lelang Jabatan, 4 Kadis Dimutasi

KEPAHIANG – Bupati Kepahiang Dr. Ir. Hidayattullah Sjahid, MM, IPU, siang tadi kembali melakukan mutasi ...

error: Content is protected !!