Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Ketua RT dan RW “Meradang”

Ketua RT dan RW “Meradang”

BENGKULU – Para Ketua RT dan RW se-Kota Bengkulu yang berjumlah sekitar 1.500 orang mulai “meradang”. Pasalnya terhitung dari Januari hingga Maret dan sudah memasuki awal April ini, honor mereka tak kunjung dibayarkan. Padahal mereka sangat berharap dibayarkan rapel tiga bulan  triwulan pertama, dengan rincian honor per bulan Rp 500 ribu dikalikan tiga bulan mendapatkan sebesar Rp 1,5 juta.

Ketua Forum Komunikasi Ketua RT/RW Kota Bengkulu, Drs. Dharma Setiawan, SH mengatakan, pihaknya mewakili dari sejumlah Ketua RT/RW mengharapkan secepatnya agar honor yang merupakan hak dari Ketua RT/RW dibayarkan di triwulan pertama ini.

“Kita kurang tahu persis kenapa kendalanya pembayaran honor Ketua RT/RW di triwulan pertama ini terlambat. Yang jelas kita berharap baik Pemerintah Kota maupun pihak kecamatan untuk cepat membayar honor RT/RW itu. Apalagi baru kita dapat informasi, hanya Kecamatan Ratu Samban yang sudah dibayarkan. Seharusnya pembayaran itu dilakukan serentak,” kata Dharma Setiawan, Senin (8/4).

Menurut Iwan Kadar–sapaan akrabnya,  dengan melihat kondisi sekarang ini, sebagai Ketua RT tugas yang dijalankan dirinya cukup banyak dalam membantu pengurusan pelayanan administrasi masyarakat. Terutama dalam melayani masyarakat, mulai dari pembuatan surat pengantar miskin, pengantar pembuatan KTP, pengantar pembuatan izin usaha, pengantar untuk nikah dan lainnya.

“Apalagi jelang Pemilu ini Ketua RT disibukkan banyak kegiatan. Tentunya butuh biaya operasional. Maka dari itu kita sangat berharap honor tersebut dibayarkan secepatnya. Selain itu dalam melayani masyarakat juga kita sangat dilarang meminta pungutan,” bebernya.

Senada disampaikan Ketua RT 2 Kelurahan Jalan Gedang, Supratman, S.Sos. Ia menuturkan, pihaknya sangat berharap jika honor Ketua RT tersebut dibayarkan segera. Sebab  dalam melayani masyarakat di pemerintahan paling bawah Ketua RT tidak ada anggaran alat tulis kantor dan biaya operasional. Sehingga setiap kali melayani masyarakat lebih banyak sifatnya sosial.

“Ya harapan kami Pemkot peka dalam hal ini. Sebab kami bukan hitung-hitungan soal kerjanya kalau bisa honor kami itu dibayarkan tepat waktu. Karena mengingat banyak kebutuhan lain yang harus kami penuhi sebagai ketua RT,” ungkap Supratman.

Sementara saat dikonfirmasi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota, Ir. Arif Gunadi mengungkapkan, pihaknya tidak menghambat pembayaran honor bagi Ketua RT/RW tersebut. Sebab menurutnya sistem pembayaran honor Ketua RT/RW tersebut terlebih dahulu diajukan oleh masing-masing pihak kecamatan disampaikan ke BPKAD.

“Seperti diketahui untuk wilayah Ratu Samban dan Teluk Segara itu sudah dibayarkan. Kemudian Kecamatan Ratu Agung dan Singaran Pati tengah proses, sebentar lagi juga akan cair. Sedangkan sisanya seperti Kecamatan Gading Cempaka, Selebar, Sungai Serut, Muara Bangkahulu dan Kampung Melayu itu belum mengajukan sama sekali proses administrasinya,” terang Arif.

Ditambahkan Arif, proses pembayaran honor Ketua RT/RW bisa dibayarkan, masing-masing kecamatan harus segera menyampaikan berkas pengajuan secepatnya. “Apalagi dalam prosesnya SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana) itu tidak memakan waktu yang lama. Jadi segeralah menyampaikan berkas administrasinya,” tegas Arif. (new)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!