Jumat , 26 April 2019
Home / Metropolis / Proyek Infrastruktur Jangan Asal Jadi

Proyek Infrastruktur Jangan Asal Jadi

Heri Ifzan

BENGKULU – Program peningkatan infrastuktur di wilayah Kota Bengkulu dalam APBD Kota tahun 2019 sekitar Rp 200 miliar, mendapat sorotan DPRD Kota Bengkulu. Pasalnya dana pembangunan infrastuktur yang meningkat drastis tersebut perlu diawasi secara ketat. Jangan sampai ada anggaran yang terkesan mubazir atau alias asal jadi. Hal ini diungkapkan oleh Anggota Komisi II DPRD Kota, Heri Ifzan, Senin (8/4).

“Yang jelas DPRD akan selalu mengawasi ketat sejumlah proyek infrastuktur agar dapat berjalan maksimal. Jangan sampai ada proyek di tahun ini tidak berjalan maksimal. Apalagi saat ini sudah masuk bulan April, dan proyek infrastuktur ini akan selalu menjadi perhatian masyarakat,” ujar Heri.

Dikatakan Heri, pihaknya akan terus mengawasi dan mengingatkan agar penyedia jasa kontruksi dapat mengerjakan proyek sesuai dengan rencana yang disusun. Serta menunjuk kontraktor yang benar-benar ahli di bidang proyek tersebut, bukan secara sembarangan.

“Karena setiap kegiatan proyek kontruksi kontraktor dan pihak ketiga jangan sekedar memikirkan untung saja, tanpa melihat dampak yang terjadi alias proyek jangan asal jadi. Maka dari itu kita minta betul oleh Dinas PUPR dalam kegiatan proyek harus betul-betul orang yang ahlinya. Prinsipnya transparan dalam pengelolaan uang negara,” jelasnya.

Selain itu ia juga meminta agar Dinas PUPR Kota untuk lebih bekerja ekstra keras terkait keluhan warga adanya jalanan yang masih ditemukan rusak. “DPRD akan siap mengawal anggaran pembangunan infrastuktur jalan khususnya. Makanya kami juga berharap Dinas PUPR memetakan jalanan mana saja yang diprioritaskan dibangun itu. Sehingga ke depan tidak ada lagi jalanan yang rusak,” ungkap Politisi PPP ini.

Terpisah, Anggota Komisi II DPRD Kota, Zulaidi mengatakan, seharusnya dalam pembangunan jalan di Kota Bengkulu harus mengutamakan skala prioritas serta kesepakatan bahwa di Kota Bengkulu ini seharusnya tidak ada lagi jalan yang masih tanah.

“Terkadang dewan mengusulkan perbaikan kerusakan jalan ketika pembahasan dimasukkan. Namun sampai ketika pelaksanaannya tidak terealisasi. Inilah yang sangat kita sayangkan sekali. Padahal usulan dewan itu berkaitan dari reses warga yang disampaikan langsung,” jelas Zulaidi.

Apalagi, lanjut Zulaidi, dengan zaman yang canggih saat ini melihatnya sungguh aneh jika masih ada warga kota menikmati jalanan tanah yang ketika hujan becek dan berlumpur. “Seharusnya ke depan Pemkot terutama Dinas PUPR memikirkan hal ini dengan bijak, lihat skala prioritasnya dalam pembangunan jalan lingkungan warga yang belum tersentuh pembangunan,” tuturnya. (new)

Berita Lainnya

Jelang Mutasi, Pejabat Pemkot Dikumpulkan

BENGKULU – Secara mendadak Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bengkulu, Marjon, MPd Rabu (24/4) pagi memanggil ...

error: Content is protected !!