Rabu , 24 April 2019
Home / Borgol / Tak Dibayar Karena Dokumen BBM Tak Lengkap

Tak Dibayar Karena Dokumen BBM Tak Lengkap

BEBERKAN BUKTI : Sanusi Sani saat menunjukkan bukti-bukti yang akan dibeberkannya di muka persidangan nantinya. (foto : hasrul/rb)

BENGKULU– Sanusi Sani (69) warga Jalan Adam Malik Kelurahan pagar Dewa yang menjadi tersangka dalam dugaan kasus penipuan solar non subsidi sebanyak 20 ton angkat bicara. Saat ditemui di Kejari Bengkulu Senin (8/4) siang, Sanusi membantah telah melakukan penipuan tersebut.  Ia menolak solar yang diangkut ke tempatnya tersebut karena memang pada saat proses pengangkutan ke tempatnya tidak didukung atau dilengkapi dengan dokumen resmi.

“Saya tolak dan saya minta dibawa kembali namun mereka tidak mau mengambilnya lagi karena setelah saya lihat tidak ada dokumen resminya, baik dari Pertamina ataupun dokumen-dokumen lainnya, makanya saya tidak mau terima dan minta dibawa lagi,” kata Sanusi.

Sanusi, melanjutkan jika sebelum BBM tersebut dikirim ke tempatnya memang dirinya ada kesepakatan dengan Rusman (tersangka lainnya, red) terkait dengan pengiriman BBM jenis solar non subsidi. Namun dalam kesepakatan tersebut BBM yang dikirim adalah yang resmi Bu Kan yang ilegal atau tanpa dokumen.

“Minyak yang dikirim ke saya itu tidak sesuai perjanjian, karena pada waktu itu Pak Ruman itu datang ke saya menawarkan minyak yang sudah disepakati secara lisan. Namun setelah dkirim dokumen minyak itu tidak lengkap. Janjinya minyak itu keluar dari Pertamina, dilengkapi dokumen Pertamina. Setelah dibongkar dokumennya tidak ada dari pertamina, saya tolak dan minta mereka mengambilnya kembali, namun tidak diambil-ambil,” jelas Sanusi.

Sebelumnya, Polda Bengkulu menetapkan dua orang tersangka yakni Rusman dan Sanusi atas adanya laporan dugaan penipuan dan penggelapan oleh pihak PT Mitra Cahaya Bersaudara (MCB) terkait pemesanan solar non subsidi sebanyak 20 ton.

Yang mana dalam laporan yang disampaikan bahwa ada pemesanan 20 ton BBM jenis solar non subsidi. Namun setelah BBM dipesan ternyata uangnya tak dibayarkan dengan total Rp 172 juta. Atas hal itulah merasa menjadi korban penipuan akhirnya pihak PT. MCB melaporkan kejadian ini ke Polda Bengkulu untuk diproses lebih lanjut. Karena dalam kasus ini kerugiannya yang dialami korban atau PT. MCB mencapai Rp 172 juta. Perkara ini juga sudah dilimpahkan tahap II ke Kejari Bengkulu dan akan segera disidangkan ke pengadilan. (zie)

Berita Lainnya

TNI AL- Polri Kawal Ketat Logistik Pemilu dari Enggano

BENGKULU – KRI Kurau 856 tiba di dermaga Nusantara Pelindo II Pulau Baai Bengkulu, Selasa ...

error: Content is protected !!