Rabu , 24 Juli 2019
Home / Probis / NTP Masih Defisit

NTP Masih Defisit

Dyah Anugrah Kuswardhani

BENGKULU – Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Bengkulu bulan Maret 2019 tercatat sebesar 95,58. Berarti daya beli petani di Provinsi Bengkulu masih defisit sebesar 4,42 persen.

NTP yang diperoleh dari perbandingan indeks harga yang diterima petani terhadap indeks harga yang dibayar petani (dalam persentase) ini merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di pedesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (term of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. Semakin tinggi NTP, secara relatif semakin kuat pula tingkat kemampuan daya beli petani.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bengkulu, Dyah Anugrah Wardhani, MA mengatakan, angka NTP yang sebesar 95,58 ini lebih tinggi dari NTP Februari 2019 sebesar 95,24 atau naik sebesar 0,36 persen. “Peningkatan NTP terjadi pada subsektor hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan budidaya,” jelasnya kepada RB.

Perubahan NTP Maret 2019 untuk masing-masing subsektor dibanding Februari 2019 adalah sebagai berikut. Subsektor tanaman pangan (NTPP) 102,07 (turun 0,11 persen), NTP subsektor hortikultura (NTPH) 116,18 (naik 1,94 persen), NTP subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTPR) 82,54 (naik 0,05 persen), NTP subsektor peternakan (NTPT) 106,73 (naik 0,02 persen) dan NTP subsektor perikanan/ nelayan (NTN) 98,10 (turun 0,19 persen). NTP subsektor perikanan tangkap (NTNT) 105,26 (turun 1,25 persen) dan NTP subsektor perikanan budidaya (NTNB) 95,40 (naik 0,25 persen).

Sementara itu Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tercatat 104,37 atau naik sebesar 0,59 persen bila dibandingkan dengan Februari 2019 yang tercatat sebesar 103,76. “NTUP hanya melihat indeks harga yang diterima petani dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani kepada biaya produksi dan  penambahan barang modal yang ternyata mengalami kenaikan tipis sebesar 0,24 persen,” kata Dyah.

Peningkatan NTUP hampir terjadi pada semua subsektor kecuali subsektor perikanan dan perikanan tangkap. Perubahan NTUP masing-masing subsektor sebagai berikut. Tanaman pangan 0,42 persen, hortikultura 2,40 persen, tanaman perkebunan rakyat 0,08 persen, peternakan 0,30 persen, perikanan -0,01 persen, perikanan tangkap -1,40 persen dan perikanan budidaya 0,56 persen. (iks)

Berita Lainnya

Solusi Serapan Anggaran

BENGKULU – Kepala Tim Pengembangan Ekonomi dan Advisory Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bengkulu, Ri’fat Pasha ...

error: Content is protected !!