Kamis , 27 Juni 2019
Home / Metropolis / Perut Membesar, Operasi Tak Ada Biaya

Perut Membesar, Operasi Tak Ada Biaya

LEMAS: Albert Fernando, bayi berusia 7 bulan yang terkulai lemas karena divonis mengidap pembengkakan hati membuat perutnya terus membesar. (foto: yudi/rb)

Alber Fernando, bayi laki-laki berusia 7 bulan ini harus menanggung rasa sakit yang disebabkan penyakit di  bagian perutnya. Sakit yang ia rasakan tersebut berawal ketika usianya 1 bulan yang mana tubuhnya mulai menguning.

M.RIZKI WAHYUDI, Kota Bengkulu

ANAK pertama dari pasangan Ilham Wahyudi (20) dan  Tika Marlena(20), ini divonis oleh dokter menderita pembengkakan hati. Albert yang lahir pada 27 Agustus 2018 lalu tersebut tampak tak berdaya dengan kondisi tubuhnya kurus, perutnya membuncit, bahkan urat-urat tipis terlihat jelas dari perutnya. Albert sendiri merupakan warga Jalan Cinta Damai RT.17 Kelurahan Padang Lekat Kecamatan Kepahiang Kabupaten Kepahiang.

Ditemui di RSUD M.Yunus Senin (8/4), Albert sedang tidur pulas. Selang infus terlihat terpasang di tangannya. Tika Marlena menjelaskan Albert lahir dengan berat 3,5 kilo dan kondisi sehat. Selang sebulan badannya mulai menguning dan Februari lalu perutnya mulai membesar. Selama sakit, Albert selalu menangis setiap saat dan hanya berhenti saat sedang tertidur saja. Namun ia hanya bisa tertidur paling lama 30 menit saja, karena tidak mampu menahan rasa sakit.

“Waktu lahir dia sehat, selang 1 bulan badannya mulai menguning, diperiksa langsung dan dikasih tau bahwa Albert sakit pembengkakan hati dan lama kelamaan perutnya membesar sampai sebesar itu,” jelasnya.

Tika juga menambahkan, sebelumnya Albert dirawat di RSUD Kepahiang dan karena tidak ada obatnya sehingga dirujuk ke RS M.Yunus. Nantinya, Albert akan di rujuk ke Jakarta yakni ke RS Rumah Sakit Umum Pusat Nasional dr. Cipto Mangunkusumo untuk menjalani penanganan lebih lanjutnya tetapi terkendala oleh biaya. Penghasilan jedua orangtua yang hanya berprofesi sebagai pedagang minyak, hanya mampu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Terkendala biaya, dimana kami harus mencari uang sebanyak itu untuk dibawa ke Jakarta, kami sangat berharap anak kami dapat sembuh. Saya berharap ada bantuan yang dapat meringankan beban hingga anak saya bisa sembuh,” lanjutnya.

Meski begitu, kedua orangtua Albert terus berusaha menyelamatkan hidup anak kesayangan mereka. “Harapan kami Albert dapat sembuh dan dapat tumbuh berkembang dan bermain seperti anak lainnya,” harapnya.(cw1)

Berita Lainnya

Gelombang Tinggi Hantam Laut Bengkulu

BENGKULU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Pulau Baai Bengkulu kembali merilis ...

error: Content is protected !!