Rabu , 24 April 2019
Home / Daerah / Kepahiang / Pinjaman Pemda Kepahiang ke PT. SMI Segera Cair

Pinjaman Pemda Kepahiang ke PT. SMI Segera Cair

KEPAHIANG – Wacana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Kepahiang mengajukan pinjaman ke PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) sebentar lagi segera terrelaisasi. Saat ini, untuk pinjaman tersebut hanya tinggal menunggu rekomendasi dari Kementrian Keuangan (Kemenkeu), setelah adanya rekomendasi itu nantinya pihaknya segera melakukan pelelangan dan memfokuskan anggaran tersebut untuk pembangunan infrastruktur Jalan.

Bahkan Bupati Kepahiang Dr Ir Hidayattullah Sjahid MM mengatakan jika tidak ada kendala, pada akhir bulan ini, pinjaman senilai Rp 59 miliar tersebut sudah bisa dicairkan. Hal ini lantaran pada tanggal 22 April ini, Pemkab Kepahiang sudah dijadwalkan akan menandatangani MoU Penyertaan Modal dengan PT SMI di Jakarta.

“Pinjaman ke PT SMI itu tidak boleh digunakan selain pembangunan infrastruktur Jalan. Kalau pembangunan masjid dan lain sebagainya sudah masuk ke APBD. Untuk itu setelah MoU ini nantinya, kita mulai akan bekerja melakukan percepatan Pembangunan,”ungkap Bupati Kepahiang,.

Menurut Bupati, awalanya usulan untuk pinjaman ke PT SMI ini senilai Rp 90,5 Miliar dan disetujui. Namun Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak mau dan tidak setuju karena menyangkut dengan masa kerjanya sebagai bupati Kepahiang tinggal beberapa tahun lagi. Jadi, pinjaman ke PT SMI tersebut harus disesuaikan dengan masa Jabatannya.

“Kalau PT SMI boleh. Yang tidak boleh Kemnedagri karena berkaitan dengan sama kerja saya. Mereka minta pinjaman Rp 90 Miliar tersebut dikembalikan selama 3 tahun saya tidak bisa dan tidak sanggup. Jadi saya turunkan menjadi Rp 59 Miliar, sebanarnya tidak ada masalah untuk besaran pinjaman tersebut,” bebernya.

Diungkapkan, khusus untuk pembangunan Jalan di Desa Langgar Jaya dan di pusat perkotaan dan beberapa titik lainnya menggunakan pinjaman dari PT SMI yang sekarang tinggal menunggu MoU dengan PT SMI. “Kita masih ada beberapa dokumen masalah keuangan lagi yang harus dilengkapi. Dan rekomendasian dari Kemenkeu, setelah itu nantinya barulah ada MoU dan proses pembanguannya langsung berjalan,” jelas Bupati.

Kendati jumlah usulan pinjaman modal tersebut berkurang, namun Bupati mengaku pembangunan tetap akan dilaksanakan. Hanya saja ada beberapa spek perencanaan yang harus disesuaikan dari perencanaan sebelumnya.

Diketahui, adapun proyek percepatan infrastruktur yang akan dilakukan melalui pinjaman tersebut yakni peningkatan jalan dan jembatan Peda KTNA (Perkantoran) menuju destinasi wisata kebun teh Kabawetan sepanjang 6 km dengan lebar 6 m.

Berikutnya peningkatan jalan desa Muara Langkap – Cinto Mandi – Langgar Jaya – Damar Kencana sepanjang 19,8 km dengan lebar 4 m. Peningkatan jalan Warung Pojok – Air Punggur – Batu Bandung sepanjang 15 km dengan lebar 3,5 m.

Kemudian peningkatan jalan Renah Kurung – Batu Bandung sepanjang 5,5 km dengan lebar 3,5 m. Peninkatan jalan Bandung Jaya – Pematang Danau Air Les sepanjang 4,5 km dengan lebar 3 m. Dan terakhir rehabilitasi jalan simpang Kota Bingin – Watas Marga sepanjang 2 km dengan lebar 3,5 m.

Sementara Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Kepahiang, Andrian Defandra, SE menyambut baik proses pencairan penyertaan modal tersebut. Hanya saja ia berharap kepada Pemkab Kepahiang agar bisa selektif menggunakan jasa pihak ketiga dalam percepatan pembangunan menggunakan penyertaan modal dari PT SMI tersebut.

“Kita tahu betul niat pemerintah untuk bisa membangun kabupaten ini. Namun jangan sampai niat baik tersebut tercoreng dengan Pemkab bekerjasama pihak rekanan yang tidak bonafit. Ini proyek besar, Pemkab harus selektif untuk menggunakan jasa pihak ketiga dalam percepatan pembangunan,” tegas Aan. (sly)

Berita Lainnya

Bantuan Bedah Rumah,Tunggu SK Kementerian

KEPAHIANG – Kendati tahun 2019 ini Kabupaten Kepahiang mendapatkan bantuan bedah rumah untuk 1.500 unit ...

error: Content is protected !!